banner 468x60

Penurunan Pekerja Anak dan Pencegahan Perkawinan Anak Jadi Isu Sentral Kementerian PPPA, Begini Kata Menteri Bintang

iklan
Menteri Bintang Puspayoga

penakita.com | JAKARTA (31/10) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga mengatakan lima isu prioritas pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dalam masa kerjanya lima tahun mendatang.

Menurut Bintang, lima isu sentral itu diamanahkan Presiden Joko Widodo kepadanya saat pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju beberapa waktu lalu.  

Lima isu prioritas yang menjadi fokus pembangunan PPPA itu adalah peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dalam pendidikan anak, penurunan kekerasan terhadap perempuan dan anak, penurunan pekerja anak, serta pencegahan perkawinan anak.

“Kelima prioritas isu PPPA ini akan kami lakukan dengan maksimal dengan koordinasi dan sinergi dengan Kementerian/Lembaga (K/L), Lembaga Masyarakat, organisasi perempuan, dan stakeholder lainnya karena kami memiliki kewenangan terbatas sebagai kementerian koordinasi dan sinkronisasi pelaksanaan kebijakan,” ungkapnya.

Hadir di Rapat Percepatan Pencapaian Visi dan Misi Presiden serta Sasaran dan Target Bidang PMK dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Kamis (31/10/2019), Bintang menambahkan,”Saya berharap sinergi terkait pembangunan PPPA yang kita jalin tidak sekadar wacana, namun dapat diimplementasikan.”  

Lebih jauh Bintang menjelaskan upaya yang tengah dilakukan Kemen PPPA terkait pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, yakni melakukan sinergi dengan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melalui program MEKAAR (Membina Ekonomi Keluarga Sejatera), untuk menjangkau sekitar 5,5 juta perempuan Indonesia yang telah dibimbing dan 36.000 pendamping yang mayoritas perempuan.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy mendorong semua K/L di bawah koordinasi Kemenko PMK agar ikut memberikan perhatian dan ikut berperan dalam menyukseskan program Kemen PPPA terkait 5 prioritas pembangunan PPPA.

“Kita perlu mewujudkan kesadaran kolektif betapa pentingnya peran perempuan karena mereka adalah sumber generasi bangsa dan anak adalah generasi penerus kita,” ucapnya.

Muhadjir memaparkan, target indikator makro Bidang PMK 2024 adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 75,54, tingkat kemiskinan turun sebesar 6,5-7,0 persen, dan Indeks Gini Ratio sebesar 0.370–0,374.

Dalam pertemuan tersebut, Muhadjir beserta seluruh menteri di bawah koordinasi Kemenko PMK juga menandatangani Kesepakatan Bersama Pencapaian Visi dan Misi Presiden serta Sasaran dan Target Bidang PMK dalam RPJMN 2020–2024.

Ditekankan Muhadjir, peranan Kemenko PMK adalah melakukan koodinasi, sinkronisasi, koordinasi, serta pengendalian terhadap program-program K/L di bawah koordinator Kemenko PMK untuk memastikan bahwa program-program tersebut memiliki hubungan yang saling tali-menali, koheren, saling mendukung, melengkapi, dan menyempurnakan untuk mencapai sasaran yang telah disepakati bersama.

“Oleh karenanya, saya berharap agar K/L segera memilih program – program strategis apa yang harus disinergikan dengan K/L lainnya,” kata Muhadjir. wid

author