banner 468x60

Perdebatan Panjang Kurikulum 2013 Jangan Sampai Korbankan Siswa

386 views
iklan

Wakil Presiden, BoedionoPenakita | JAKARTA – Kurikulum 2013 merupakan hasil kompromi dari berbagai pihak setelah sebelumnya melalui perdebatan panjang, tidak hanya di pemerintahan tapi juga masyarakat. Karena itu, kurikulum baru ini harus bisa diterapkan sesuai jadwal dan tidak layu sebelum berkembang.

Demikian ungkap Wakil Presiden, Boediono saat memberikan pengarahan dalam Pelantikan Instruktur Nasional Implementasi Kurikulum 2013 di Jakarta, Selasa (2/7/2013). “Penyusunan kurikulum 2013 itu prosesnya panjang. Dan saya termasuk yang mengikuti proses penyusunan kurikulum 2013,” ujar Boediono di hadapan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim, serta 760 instruktur yang terdiri dari guru, kepala sekolah, serta dosen dari seluiruh daerah Indonesia yang hadir dalam acara tersebut.

Boediono menilai debat dan masukan soal kurikulum 2013 dinilai wajar sebagai upaya untuk mendapatkan hasil terbaik bagi upaya memberikan kurikulum bagi anak didik. “Dalam debat ada berbagai mazhab yang memberi masukan tapi semua berupaya memberikan yang terbaik dan akhirnya bisa mencapai suatu kesepakatan,” ucapnya sambil berharap perdebatan panjang itu tidak malah menjadikan anak didik sebagai korban.

Dalam kesempatan itu, Boedino juga mengingatkan kepada para instruktur kurikulum 2013 agar jangan sampai salah menyampaikan materi kurikulum kepada guru yang akan dilatih. “Dalam ilmu komunikasi biasanya ketika penyampaian informasi sudah melalui beberapa pihak, maka pihak terakhir akan salah memperoleh informasi. Saya harap hal itu tidak terjadi,” tuturnya.

Sementara Wamendikbud memaparkan bahwa seluruh instruktur yang ikut dalam pelatihan tersebut sebelumnya mengikuti pratest untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan menjadi instruktur kurikulum 2013. “Mereka telah terdidik dan sudah mendapatkan materi-materi kurikulum 2013. Diharapkan mereka nantinya menularkan kepada guru di daerah masing-masing,” bebernya sambil menekankan, Kurikulum 2013 tetap diterapkan pada tahun ajaran 2013/2014 yang dimulai serentak 15 Juli 2013.  dde

author