banner 468x60

Perguruan Tinggi Jangan Terobsesi Ranking!

403 views
iklan

rankingPenakita | SURABAYA – Ranking merupakan salah satu indikator performa sebuah perguruan tinggi. Di tengah maraknya upaya internasionalisasi, perguruan tinggi berlomba-lomba mengejar ranking agar diakui sebagai perguruan tinggi kelas dunia dan berkualitas.

Meski demikian, ranking yang dikeluarkan lembaga perankingan dunia sebaiknya tidak menjadi satu-satunya indikator kualitas perguruan tinggi. “Internasionalisasi bukan berarti memiliki ranking di tingkat internasional. Seharusnya yang menjadi fokus perguruan tinggi adalah pengakuan internasional melalui keunikan universitas,” demikian ungkap Dra Tjitjik Srie Tjahjandarie MS, Ketua Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP) Universitas Airlangga, kepada PENAKITA.com, Selasa (30/4/2013)..

Tjitjik mengungkapkan hal tersebut dalam acara International Office (IO) Meeting 2013 yang diadakan oleh International Office and Partnership (IOP) Universitas Airlangga (UA) di Hotel Bumi, Surabaya (30/4/2013). Pertemuan ini diadakan sebagai ajang silaturahmi antar International Office dari seluruh Indonesia.

“Universitas Airlangga misalnya, kami menganggap ranking sebagai efek samping dari capaian yang telah dilakukan. Ranking bukan sesuatu yang kami kejar, tetapi kami ingin menunjukkan kepada dunia keunikan Universitas Airlangga sebagai National Health Science Center. Melalui upaya mengejar keunikan tersebut, lembaga perankingan dunia akhirnya mengakui kami,” tutur Tjitjik.

IO Meeting yang diadakan untuk kedua kali ini dihadiri perwakilan International Office dari 35 perguruan tinggi seluruh Indonesia. Tema yang dibahas kali ini adalah standarisasi perankingan. Tujuannya adalah menyadarkan perguruan tinggi di Indonesia untuk memilih lembaga perankingan yang sesuai dengan nilai-nilai mereka.

Selain itu, dalam IO Meeting kali ini, IOP UA mengundang 12 perguruan tinggi asing yang telah menjadi partner UA, seperti Melbourne University, Macquaire University, Chatham University, University of Pittsburgh, dan University of West England. Diharapkan peserta IO Meeting dapat membangun kerja sama dengan mereka.

“Kami berupaya menghubungkan partner internasional kami dengan rekan sesama IO. Selama ini kita selalu melihat universitas lain di luar negeri yang sudah maju, tapi kita lupa melihat tetangga kita di Indonesia. Harapannya, melalui IO Meeting ini, kerja sama antar perguruan tinggi di Indonesia juga sebaik kerja sama dengan universitas luar negeri,” ujar IGAK Satrya Wibawa MCA, Ketua IOP Universitas Airlangga.ika

author