banner 468x60

PGRI Jatim Minta Pemerintah Undur Validasi Dapodik Hingga 2015

539 views
iklan
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatim, Ichwan Sumadi

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jatim, Ichwan Sumadi

Penakita | SURABAYA – Ketua PGRI Jawa Timur, Ichwan Sumadi, meminta pemerintah mengundurkan rencana validasi dan penerapan data pokok pendidikan (Dapodik) hingga 2015 mendatang. Sebab, Ichwan menilai, situasi kondisi di lapangan belum memungkinkan. Di samping itu, masih banyak juga guru yang belum siap jika kebijakan tersebut benar-benar diterapkan tahun ini.

Realitasnya di lapangan, masih banyak guru yang belum memenuhi persyaratan sertifikasi sesuai PP 74/ 2008, mengenai sertifikasi dan kewajiban jumlah jam mengajar. “Sebaiknya pemerintah mengundur pelaksanaan Dapodik 2013 ini sampai 2015. Ya biar ada waktu tenggang para guru ini mempersiapkan diri dan Dinas Pendidikan setempat juga memperbaiki tatanan pemetaan guru di wilayahnya,” tutur Ichwan kepada PENAKITA.com, Kamis (28/3/2013).

Jika pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersikukuh segera menerapkannya, maka akan banyak sekali guru yang dirugikan. Tidak saja bakal berdampak pada penyetopan tunjangan profesi pendidik (TPP) ribuan guru, tetapi juga pada masalah yang lebih kompleks, yakni penurunan mutu pendidikan.

Peningkatan mutu pendidikan, menurut Ichwan seiring dengan peningkatan kesejahteraan guru. “Kalau dibiarkan seperti itu, kami khawatir akan banyak guru yang akhirnya frustasi, karena TPP-nya berhenti atau distop. Akibatnya mereka tidak bisa mengajar murid-muridnya dengan baik, yang akhirnya membuat mutu pendidikan menurun,” beber Ichwan. ika

author