PGRI Jatim : Tidak Semua Guru Nakal

Ketua PGRI Jatim, Ikhwan SumadiPenakita | SURABAYA – Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Timur, Ikhwan Sumadi mengaku proses yang digunakan panitia Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG) membuat sebagian oknum guru berbuat nekat. Selain ijazah, tak jarang mereka juga melakukan pemalsuan saat proses portofolio seperti pencantuman piagam penghargaan.

”Kadang-kadang ada guru menutupi nama asli penerima piagam dan mengganti dengan namanya,” begitu bebernya.

Namun, Ikhwan menegaskan, oknum guru nakal ini jumlahnya sangat sedikit dibandingkan yang jujur. ”Masyarakat jangan cepat menyimpulkan bahwa semua guru seperti itu. Saya tegaskan bahwa jumlah guru yang seperti itu sangat sedikit dibandingkan jumlah guru se Jatim yang mencapai 500.000 orang,” ujar Ikhwan.

Meski begitu, Ikhwan mendesak sanksi tegas bagi guru yang terbukti memalsu ijazah. “Itu memalukan dunia pendidikan dan PGRI. Dia harus dijatuhi sanksi!” tandasnya.

Ditambahkan pula, kasus pemalsuan ijazah ini harus diusut tuntas. Tindak kecurangan ini harus ditelusuri mulai dari oknum guru pemilik ijazah guna mengetahui proses guru tersebut mendapatkannya.

Ikhwan melihat dua kemungkian munculnya ijazah palsu itu. Pertama, guru yang tidak memiliki ijazah memesan pada seseorang. “Tindak ini bisa langsung dijatuhkan sanksi karena ia sengaja melakukan kecurangan,” urainya.

Kemungkinan kedua, oknum guru ini tertipu lembaga pendidikan tenaga kependidikan (LPTK) liar. Peluang ini terbuka lebar lantaran blanko maupun stempel palsu sekarang begitu mudahnya didapat sehingga mengesankan LPTK resmi. ari