banner 468x60

Pindah Jurusan Bikin Siswa SMA Rugi. Ini Alasannya!

854 views
iklan

seragam abu-abuPenakita | MALANG – Kurikulum 2013 yang diterapkan pada tahun ajaran baru 2013-2014 disinyalir memiliki kekurangan, khususnya bagi siswa SMA yang sudah masuk penjurusan sejak ke X.

Penjurusan ke kelas IPA, IPS, dan Bahasa ini memberi peluang siswa pindah bila dalam perjalanan merasa tidak pas dengan jurusan yang dipilihnya. Kesempatan pindah jurusan itu diberikan dalam jangka waktu tiga minggu hingga satu semester.

“Masalahnya, siswa yang ternyata ingin pindah setelah satu semester ini akan ketinggalan materi di jurusan lain pada semester berikutnya. Kondisi tersebut tentu merugikan siswa itu sendiri,” tegas M Sulthon, Kepala SMAN 3 Kota Malang.

Diakui Sulthon, poin pindah jurusan sejak kelas 1 ini masih jadi perdebatan di antara kepala SMA Negeri Kota Malang. “Karena itu, saya harap siswa yang ingin pindah jangan sampai satu semester agar tidak ketinggalan. Saya juga imbau siswa fokus belajar setelah ditentukan jurusannya,” katanya.

Terpisah, Tri Suharno, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Kota Malang menyatakan, ada empat kompetensi inti pada Kurikulum 2013 yang terdiri dari imtak, sosial, kognitif, dan skil. Dalam pelaksanaannya, kurikulum baru ini mengarahkan siswa menjadi seorang berkemampuan kognitif yang memiliki nilai spiritual dan kepekaan sosial tinggi, serta memiliki keterampilan khusus sesuai kemampuannya.

Terkait kompetensi inti tersebut, menurut Tri Suharno, penerapan Kurikulum 2013 membawa dampak perubahan sistem pengajaran. “Aktivitas yang dilakukan guru bukan lagi berceramah memberikan materi, tetapi sebagai fasilitator siswa,” ujar Tri Suharno. sum

author