banner 468x60

Pola Ujian Nasional Diubah Pada 2015

503 views
iklan

kurikulumPenakita | SURABAYA – Meski sebagai standar evaluasi akan tetap ada, namun Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru mengubah pola ujian nasional (UN) pada 2015. Alasannya, pada saat itu semua jenjang pendidikan sudah menerapkan Kurikulum 2013.

“Siswa pelaksana Kurikulum 2013 belum menjadi peserta UN, maka pola UN tidak mungkin diubah sekarang,” tegas Sukemi, Staf Khusus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Bidang Komunikasi Media.

Ditegaskan pula, keberadaan UN merujuk pada standar evaluasi yang selalu ada pada semua jenis kurikulum pendidikan. Selain itu, UN merupakan amanat UU Sisdiknas yang dapat menjadi ukuran untuk pembanding standar pendidikan dengan negara lain.

Meski demikian, kata Sukemi, pola UN bisa jadi disesuaikan Kurikulum 2013 pada saat seluruh siswa sudah menerapkan Kurikulum 2013. Sementara Kurikulum 2013 saat ini hanya diterapkan pada siswa kelas 1 dan 4 SD, kelas 1 (VII) SMP, dan kelas 1 (X) SMA.

Mantan jurnalis sebuah media massa Surabaya ini mengaku belum bisa merinci bentuk perubahan pola UN itu. “Yang pasti, UN saat ini dipakai pemerintah untuk empat fungsi, yakni pemetaan, syarat kelulusan, syarat melanjutkan studi ke jenjang berikutnya, dan intervensi kebijakan. Pemetaan dan intervensi kebijakan itu bisa dilakukan kalau ada UN.

Sukemi kemudian memberi contoh, ada SMA di Surabaya dengan hanya lima siswa yang semuanya tidak lulus UN, lalu Kemendikbud melakukan intervensi dengan kebijakan merger. “Atau, SMA di NTB yang jeblok pada mata pelajaran Bahasa Inggris, ternyata sekolah itu tidak memiliki guru Bahasa Inggris dan pengajar Bahasa Inggris justru guru bidang studi lain. Dalam kasus ini, kami perlu beri guru Bahasa Inggris,” paparnya. ari

author