banner 468x60

Premanisme Anak SD? Masyarakat Juga Harus Tanggung Jawab

114 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | JAKARTA – Premanisme kini makin merasuk ke hampir semua lapisan masyarakat. Bahkan mereka yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Kasus kekerasan di level ini terjadi di sejumlah siswa SD di Bukittinggi, Sumatera Barat beberapa waktu lalu dan sempat bikin heboh lantaran diunggah di jejaring sosial. “Kasus ini tentu sangat mengagetkan. Ini harus jadi pelajaran dan renungan kita semua,” tegas Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah sebagaimana dikutip kompas.com beberapa waktu lalu.

Fahri mengaku hampir tak percaya vandalisme dan premanisme bisa terjadi pada tingkat anak usia SD. Karena itu, dia mengajak pada semua anggota masyarakat agar berpikir secara mendalam atas peristiwa mengenaskan tersebut.

Ditegaskan Fahri, kesalahan dan hukuman tak bisa semata ditimpakan kepada anak-anak itu maupun sekolahnya. “Kasus ini bukan masalah internal sekolah. Masalahnya harus ditarik lebih luas dan perlu respons cepat dari pemerintah setempat, bahkan pemerintah pusat,” cetus Wakil Sekjen PKS ini.

Disinggung mengenai perlunya sanksi kepada pelaku atau pihak sekolah, Fahri meminta terlebih dulu dilibatkan psikolog. Ia merasa kesalahan tak hanya dapat dibebankan kepada siswa pelaku atau pihak sekolah, tetapi harus menjadi tanggung jawab semua elemen masyarakat.

“Kelakuan anak-anak itu adalah kesalahan kita. Kita yang harus dihukum. Kalau saya jadi Pak Jokowi (presiden terpilih Joko Widodo), inilah waktu untuk menjabarkan revolusi mental,” ujar Fahri.

Diberitakan sebelumnya, aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah siswa anak sekolah dasar membuat heboh masyarakat. Peristiwa miris ini terjadi di Bukittinggi dan terungkap dari sebuah video yang diunggah ke Komunitas Vines Indonesia di Facebook.

Dalam video yang berdurasi 1 menit 53 detik tersebut terlihat beberapa siswa sekolah dasar memakai seragam lengkap merah dan putih sedang dalam kegiatan belajar mengajar. Namun, dari beberapa siswa tersebut, terutama yang berjenis kelamin laki-laki, terlihat sibuk memukuli siswi perempuan yang berada di sudut ruangan kelas.

Siswi perempuan itu juga tidak melawan saat teman-teman sekelasnya memukul, bahkan menendangnya dengan bertubi-tubi. Siswi perempuan yang menjadi korban pemukulan tersebut terlihat meringis kesakitan dan menangis di sudut ruangan, tanpa satu teman lain berusaha menolongnya.

Sementara itu, siswa laki-laki yang melakukan pemukulan dan menendang terlihat dengan bangga bergaya di depan kamera  yang merekam aksi tidak pantas tersebut. Beberapa dari mereka bahkan ada yang mengacungkan jari tengah. dde

author