banner 468x60

Presiden SBY : Investigasi Penundaan UN!

361 views
iklan

ujianPenakita | JAKARTA – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan agar penundaan pelaksanaan ujian nasional seperti yang terjadi di 11 provinsi tidak terjadi lagi. Selain itu, SBY juga meminta agar dilakukan investigasi secara menyeluruh menyangkut masalah yang menimpa siswa SMA/SMK/MA di 11 provinsi tersebut.

“Investigasi akan dilakukan, mulai dari proses pengadaan barang dan jasa, dari sisi kepanitiaan dan pelaksana, dan dari percetakannya sendiri,” cetus Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mekdikbud), M Nuh kemarin.

Mantan Rektor ITS ini menyatakan sudah membentuk tim investigasi. Dan dalam waktu dekat, hasil investigasi itu akan disampaikan kepada publik.

Nuh menambahkan, presiden juga menginstruksikan agar tidak ada lagi penundaan UN SMA/SMK sederajat di 11 provinsi yang dijadwalkan Kamis (18/4/2013) nanti. Presiden memerintahkan Polri dan TNI untuk bekerja penuh dalam distribusi naskah ujian sampai ke sekolah.

Menurut Nuh, presiden mengingatkan pula agar pelaksanaan UN untuk SMP Senin mendatang harus tepat waktu dan jangan sampai ada kemunduran. “Kami menyampaikan ikhtiar untuk memastikan tepat waktu. TNI AU dan Polri akan membantu distribusi naskah,” tutur Nuh.

Pelaksanaan UN di 11 provinsi ditunda karena ada masalah teknis di salah satu dari lima percetakan pemenang tender. Provinsi yang mengalami penundaan itu adalah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Bali, Sulawesi Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

Selain penundaan UN di 11 provinsi, pelaksanaan UN di sejumlah daerah pada hari pertama Senin kemarin kacau. Sejumlah daerah kekurangan lembar soal dan lembar jawaban, paket mata pelajaran tertukar, hingga kualitas kertas buruk yang mudah sobek. dde

author