• Home »
  • Headline »
  • Prihatin Masyarakat Surabaya Masih BAB Sembarangan, Ini yang Dilakukan FK Unair

Prihatin Masyarakat Surabaya Masih BAB Sembarangan, Ini yang Dilakukan FK Unair

Panitia Dies Natalis ke-105 FK Universitas Airlangga Surabaya.

Penakita | SURABAYA – Jamban merupakan hal sederhana yang sering disepelekan oleh masyarakat, khususnya di Kota Surabaya. Keberadaan jamban yang tidak memiliki septic tank di bantaran kali-kali di Surabaya menjadi salah satu penyebab tercemarnya kebersihan sungai, bahkan dapat menyebarkan beragam penyakit berbahaya.

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair), sebagai Fakultas Kedokteran tertua kedua di Indonesia, merasa prihatin atas fenomena tersebut. Untuk itu, dalam rangka Dies Natalis yang ke 105 tahun, FK Unair mengadakan kegiatan pembangunan jamban gratis di sepanjang bantaran Sungai Kalimas Surabaya.

“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda bakti sosial di 105 titik di 13 kecamatan se-Surabaya,” kata Prof Dr Budi Santoso dr SpOG(K), Ketua Panitia Dies Natalis FK Unair.

Menurut Budi Santoso, pembangunan jamban merupakan salah satu bentuk dukungan FK Unair terhadap program Open Defecation Free (ODF) yang sedang digalakkan oleh Dinas Kesehatan Surabaya. “ODF dinyatakan berhasil ketika setiap individu dalam komunitas tidak buang air besar sembarangan,” ujarnya.

Menurut survei lapangan yang telah dilakukan sebelumnya, masyarakat desa bantaran kali tidak semua punya jamban. “Mereka biasanya berak di kali atau di jubleng (buang air besar di tanah yang digali),” ungkapnya.

Sementara Prof Dr Soetojo dr SpU(K), Dekan FK Unair memaparkan bahwa selama ini masyarakat sekitar menilai bahwa jamban merupakan kebutuhan yang tidak terlalu penting.

“Maka dari itu kami dan para alumni merasa ikut bertanggung jawab atas perubahan ini. Kami ingin memberi contoh dan pancingan kepada mereka, harapannya agar warga bantaran kali lainnya juga mau pasang jamban sendiri,” paparnya.

Dari 1.200 kebutuhan jamban di 13 kelurahan di Surabaya, ada sebanyak 340 jamban yang akan disumbangkan oleh KF Unair kepada masyarakat bantaran kalimas secara gratis. Jamban disumbangkan kepada kelurahan yang masyarakatnya benar-benar tidak mampu untuk membeli jamban.

“Untuk jambannya kami berikan secara langsung kepada masyarakatnya, namun untuk septic tank kami bantu sebagian,” tegasnya.

Sejauh ini pihak FK Unair telah melakukan sosialisasi mengenai ODF kepada masyarakat. Dan saat ini sebanyak 100 jamban sudah terpasang.

Meskipun bantuan pemasangan jamban dan septic tank ini tidak dapat menyeluruh, tetapi pihak FK Unair menyadari bahwa membangun motivasi masyarakat jauh lebih penting. “Masyarakat harus tahu pentingnya memulai pola hidup sehat untuk membantu pencegahan penyebaran penyakit melalui buang air besar sembarangan di kali,” pungkasnya. sum