banner 468x60

Prihatin pada Orangtua yang Suka Berikan Gawai ke Anak, Kak Harris Lakukan Hal Seperti Ini

iklan
Kak Harris dan boneka Ayis.

Penakita.com | SURABAYA – Anak-anak megapolitan makin berjarak dengan orangtuanya. Mereka justru makin akrab dengan gawai yang selalu ada di genggaman.

Pemicunya justru orangtua yang juga lebih sibuk dengan gawai ketimbang berdialog dengan sang buah hati. Bahkan aktivitas mendongeng jadi hal langka dewasa ini.  

Itu pula yang membuat Harris Rizki bertekad ‘menjerumuskan’ dirinya pada pelestarian budaya mendongeng. Saban hari, pria yang akrab disapa Kak Harris ini terus sibuk dengan kegiatan mendongeng dari satu acara ke acara lain, dari satu panggung ke panggung lainnya.

“Kini banyak orangtua yang suka berpikir praktis, termasuk dalam hal mengasuh anak. Akibatnya gawai pun jadi benda yang selalu disuguhkan kepada anak,” begitu tuturnya kepada penakita.com.

Lulusan Universitas Negeri Surabaya Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FPBS ini mengamati, orangtua makin jarang memperhatikan anak karena lebih sibuk dengan kerja dan aktivitas mereka.

“Ini membuat mereka jarang sekali mendongeng kepada anak-anak. Karena itu, kini dongeng menjadi langka,” ungkapnya.

Padahal, ditekankan Kak Harris, dongeng merupakan media yang sangat baik dalam mengajari anak banyak hal. Melalui dongeng, secara otomatis anak akan mendapatkan perhatian dan nasihat sekaligus.

“Karena itu saya ingin melestarikan dongeng. Saya berharap masyarakat melakukan hal yang sama,” tandas Kak Harris yang selalu memakai kacamata, serta hidung dan kumis palsu dalam setiap tampilannya di depan anak-anak.  

Mengenai kostum yang dia gunakan tersebut, bungsu dari dua bersaudara ini menyatakan sebagai upaya menarik perhatian penonton yang sebagian besar adalah anak-anak.

“Saya terinspirasi Paman Dolit almarhum (pendongeng yang juga memakai kostum sejenis),” cetusnya.

Dan di setiap aksinya, Kak Harris juga selalu ditemani boneka ceriwis yang diberi nama Ayis. “Agar pesan yang saya sampaikan lewat cerita mudah diterima anak-anak, perlu daya tarik lain yaitu boneka sebagai mediumnya. Boneka kan disenangi anak-anak,” urainya.

Dan pesan-pesan positif yang dituturkan Kak Harris dirangkai melalui cerita menarik. “Ceritanya beberapa saya tulis sendiri. Tetapi ada pula yang adaptasi dari buku cerita anak. Kebanyakan, cerita tentang binatang atau yang biasa disebut fable,” paparnya. dit

author