banner 468x60

Prototype Buatan ITS Diserahkan, 3 Kota Ini Disebutkan Tertarik Gunakan Tram Listrik Buatan PT Inka

iklan
Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana (kiri) menyerahkan secara simbolik prototype sistem penggerak Tram Listrik kepada Direktur Teknologi dan Komersial PT INKA Agung Sedaju.

Penakita.com | SURABAYA – Kerjasama antara PT Industri Kereta Api (INKA) Persero dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melalui Pusat Unggulan Iptek Sistem dan Kontrol Otomotif (PUI-SKO) membuahkan hasil yang menggembirakan.

Kerjasama riset untuk membuat sistem penggerak yang akan diaplikasikan pada tram listrik ini berhasil mewujudkan sebuah prototype. Dan produk buatan mahasiswa ITS itu diserahkan kepada PT INKA di Gedung Riset Mobil Listrik ITS, Jumat (8/3/2019).

Penyerahan prototype itu dilakukan langsung oleh Prof Ir Joni Hermana MScEs PhD, Rektor ITS kepada PT INKA yang diwakili oleh Ir Agung Sedaju MT, Direktur Teknologi dan Komersial PT INKA.

Dalam sambutannya, Prof Joni menyampaikan apresiasinya kepada tim engineer ITS. Joni meyakini bahwa hasil kerja dari PUI-SKO ITS tidak akan mengecewakan.

“Inovasi ini membuktikan bahwa sebenarnya kita (bangsa Indonesia, red) mampu berinovasi dalam bidang teknologi tinggi. Saya berharap teknologi yang akan diimplementasikan oleh PT INKA ini akan benar-benar bermanfaat,” ujar Guru Besar Teknik Lingkungan ITS ini penuh harap.

Sementara itu, Agung Sedaju menyampaikan, jika secara keilmuan PT INKA mungkin tidak mampu menyelesaikan sistem penggerak tersebut. Oleh karena itu, PT INKA memutuskan untuk bekerjasama dengan ITS dalam menyelesaikan sistem ini.

Pria yang akrab disapa Agung ini juga menyampaikan, kerjasama ini juga merupakan wujud sinergi antara dunia industri dan pendidikan.

Agung berharap melalui kerjasama riset tersebut pengembangan produk dalam negeri, khususnya terkait dengan komponen-komponen kendaraan listrik, menjadi semakin handal dan teruji.

“Saat ini sudah ada tiga kota di Indonesia yang tertarik untuk menggunakan tram listrik, yakni Surabaya, Yogyakarta, dan Semarang,” papar Agung. dit

author