banner 468x60

Puteri Indonesia Diharap Sosialisasikan Karakter Positif Bangsa

417 views
iklan

Penakita | JAKARTA – Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Gumelar berharapa 38 finalis Putri Indonesia 2012-2013 bisa mengajarkan masyarakat akan karakter positif bangsa. “Melalui ajang ini, para finalis PI 2012-2013 diharapkan dapat ikut mensosialisasikan kepada masyarakat tentang perlunya membangun karakter bangsa yang positif,” ujar Linda pada malam Pemilihan Puteri Indonesia 2013 di Jakarta, Jumat (1/2) malam.

Menurut Linda, pembangunan karakter bangsa positif adalah penyebaran nilai-nilai menghargai dan melindungi perempuan dan anak, mentransformasikan nilai-nilai egaliter, keadilan dan kesetaraan gender. Linda ingin materi yang dia sampaikan membuat finalis Putri Indonesia bisa mengintervensi lingkungan mengenai pentingnya memberdayakan perempuan dalam mencapai kesetaraan dalam pembangunan.

“Sehingga mereka tidak hanya ikut menikmati pembangunan, tapi juga memiliki akses untuk turut serta berpartisipasi,” tegas Linda.

Sebagaimana diketahui, mahkota Puteri Indonesia 2013 diraih Whulandary Herman dari Sumatera Barat. Menjadi Ratu Kecantikan nomor satu di Indonesia tampaknya sudah jadi impian Whulandary sejak masa kecil.

Karena itu ketika dirinya dimahkotai Puteri Indonesia 2013, Sabtu dini hari (2/2/2013) di ajang malam final pemilihan Puteri Indonesia 2013, ia langsung ingat impiannya dulu.

Ini adalah mimpi yang jadi kenyataan buat Whulan. Gadis yang lahir dan besar di Padang, Sumatera Barat, ini merintis jalan panjang menuju mimpi itu sejak terpilih sebagai pemenang dalam pemilihan model Indonesia yang diprakarsai mendiang perancang mode Ramli pada 2002.

”Karena waktu itu saya masih kelas I SMP, jadi saya balik lagi ke Padang sampai lulus SMA di sana. Ke Jakarta hanya kalau ada kegiatan modeling,” ujar Whulan.

Terpilih sebagai pemenang kedua Wajah Femina 2008 memantapkan langkah Whulan sebagai model. Namun, mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina ini melihat kepercayaan yang ia terima sebagai Puteri Indonesia 2013 sebagai pembuka jalan meraih mimpi yang lebih besar, bukan hanya untuk dirinya sendiri.

”Waktu karantina Puteri Indonesia kemarin, kami sempat mengunjungi anak jalanan. Saya janji, menang atau kalah di ajang Puteri Indonesia ini, saya tetap akan kembali ke sana. Anak-anak itu butuh perhatian, bukan sekadar bantuan uang,” katanya.

Ditambahkan Whulan, anak-anak yang kini hidup di jalan itu juga ikut menentukan masa depan bangsa ini. Kepedulian pada mereka, kata Whulan, ingin dia wujudkan dalam kerja yang lebih panjang dari masa tugasnya sebagai Puteri Indonesia 2013.

Pada ajang pemilihan Puteri Indonesia 2013, terpilih pula Marisa Sartika dari Sumatera Selatan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2013 dan Cok Istri Krisnanda dari Bali sebagai Puteri Indonesia Pariwisata 2013.

author