banner 468x60

Rapot ‘Merah’, Bisa Jadi Karena Tidur

441 views
iklan

Penakita | SURABAYA – Banyak hal mempengaruhi prestasi anak di sekolah. Selain tekun belajar dan nutrisi menu harian yang baik, dalam sebuah penelitian terakhir, tidur salah satunya. Karena kurang tidur bisa berdampak buruk dalam hal emosional dan konsentrasi anak.

Seperti dikutip dari Parenting, dalam sebuah studi pediatrics issue yang dilakukan pada November 2012, dalam proses perkembangan, tidur adalah fase paling penting. Karena hal ini pada dasarnya dapat berpengaruh dalam banyak hal, seperti peningkatan kewaspadaan, kontrol anak, dan kestabilan emosi sepanjang hari di sekolah.

Salah saorang yang terlibat dalam penelitian ini Reut Gruber mengatakan, bahkan dengan hanya kurang 30 menit dari kebutuhan jam tidur, anak bisa memiliki tingkat emosional yang tidak stabil. “Bahkan perubahan kecil dalam kehidupan sehari-hari yang dapat memungkinkan anak-anak untuk menambahkan sekitar setengah jam tidur bisa memiliki dampak signifikan. Jam tidur dapat meningkatan kesehatan serta kinerja anak-anak menjadi lebih efektif,” jelas Director of The Attention Behavior and Sleep Lab di The Douglas Institute ini.

Dalam studinya, Gruber mengamati 34 anak sehat usia 7 sampai 11 tahun. Selama 1 minggu, 17 anak pergi tidur lebih awal dari biasanya dan menambah 27 menit lagi untuk perpanjangan tidur. 17 peserta lainnya tidur lebih malam lagi dan kehilangan 54 menit waktu dari tidur biasanya.

Untuk mengetahui obyek penelitian, guru dalam hal ini dilibatkan untuk memantau dua kelompok anak tersebut. Dan ditemukan, mereka yang memiliki jam tidur cukup menjadi lebih penuh perhatian dan dapat mengendalikan emosi mereka di kelas.

Sedangkan anak yang kurang tidur tidak hanya terlihat lelah, tetapi mereka juga lebih terlihat frustrasi, menangis (rewel), atau kehilangan emosi mereka. The National Sleep Foundation merekomendasikan anak-anak usia 5-12 tahun tidur 10-11 jam setiap malam. adi

author