banner 468x60

Resmi Dikukuhkan Jadi Mahasisa Baru ITS, Rektor Ashari Ingatkan Hal Berikut

iklan
Rektor ITS Prof Dr Mochamad Ashari (kanan) memasangkan secara simbolis jaket almamater sebagai tanda resmi dikukuhkannya mahasiswa baru ITS.

penakita.com | SURABAYA – Sebanyak 7.061 mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 resmi dikukuhkan Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Rektor ITS sebagai keluarga besar sivitas akademika ITS di Graha Sepuluh Nopember ITS, Selasa (13/8/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Ashari mengingatkan bahwa semua mahasiswa baru ITS yang dikukuhkan itu merupakan generasi emas ketika 100 tahun peringatan kemerdekaan Indonesia nanti.

“Negara Indonesia sangat menunggu kontribusi kalian semua,” tandas Guru Besar Teknik Elektro tersebut.

Ashari berharap semua mahasiswa baru ITS agar memiliki prestasi gemilang. “Sebenarnya yang diperjuangkan bukan untuk pribadi, tetapi kontribusi Anda untuk negara. Jadi marilah bahu membahu membangun ITS untuk prestasi lebih baik,” tegasnya.

Menurut Prof Dr Ir Adi Soeprijanto MT, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITS, dari total 7.061 mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020 yang dinyatakan diterima di ITS terbagi menjadi 5.281 mahasiswa sarjana (S1), 831 mahasiswa sarjana terapan (D4), dan 949 mahasiswa pascasarjana (S2 dan S3).

Dari 7.061 calon mahasiswa yang dinyatakan diterima ITS tersebut, sebanyak 5.158 orang telah melakukan daftar ulang. Dengan rincian, sebanyak 1.520 mahasiswa dari jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan 1.122 mahasiswa jalur Program Kemitraan dan Mandiri (PKM).

Selain itu, 243 mahasiswa jalur International Undergraduate Program (IUP) atau Kelas Internasional, 619 mahasiswa jalur Sarjana Terapan, 1.212 mahasiswa jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), dan 411 mahasiswa pascasarjana.

Pada program sarjana juga terdapat 31 mahasiswa baru dari program Afirmasi Dikti (Adik) dan delapan mahasiswa baru dari Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB).

Program Adik ini merupakan bentuk keberpihakan pemerintah untuk membantu perguruan tinggi mencari dan menjaring calon mahasiswa dari Provinsi Papua dan Papua Barat serta daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T).

Adi Soeprijanto menyatakan, PBSB adalah program afirmatif perluasan akses santri untuk melanjutkan studi sarjana dan profesi. Yakni melalui suatu program yang terintegrasi mulai dari proses kerjasama, pengelolaan, sistem seleksi khusus bagi santri, serta pemberian bantuan pembiayaan yang diperlukan bagi santri yang memenuhi syarat, sampai dengan pembinaan masa studi dan pembinaan pengabdian setelah lulus.

Dosen Departemen Teknik Elektro itu juga mengungkapkan, pada tahun 2019 ITS menerima 46 mahasiswa asing dari berbagai negara. “Mereka berasal dari 19 negara berbeda,” tuturnya. dit

author