banner 468x60

Robot Serangga Kini Bukan Lagi Fiksi

442 views
iklan

robo-flyPenakita | AMERIKA – Sebuah robot diciptakan dalam ukuran mini. Seperti serangga, robot ini bisa terbang dan berjalan. Jangan salah, meski jenis robot ini umumnya hanya bersifat fiksi untuk keperluan film, namun kali ini sebuah robot serangga benar-benar nyata dan segera digunakan untuk berbagai keperluan.

‘Robo-fly’ dikembangkan oleh para ilmuwan di Amerika, seperti namanya, robot ini memiliki ukuran tak lebih dari serangga (lalat).  Dan tak hanya ukurannya, robot ini juga dapat terbang dan bermanuver gesit. Terbuat dari serat karbon, beratnya kurang dari satu gram dan memiliki ‘otot’ elektronik super untuk penggerak sayap dengan kecepatan 120 kali per detik. Sehingga bisa terbang melesat sangat cepat dan sesekali berhenti.

Menurut Dr Kevin Ma dari Universitas Harvard dan timnya, yang dipimpin oleh Dr Robert Wood, robot yang dikembangkan ini merupakan salah satu jenis terkecil yang pernah diciptakan sampai saat ini.

“Kami merancangnya agar bisa berkontraksi dan relaksasi seperti otot biologis,” kata Dr Ma.

Dia menambahkan, tujuan awal dari penelitian ini adalah untuk memahami bagaimana sistem penerbangan serangga. Namun dalam pengembangannya, robot ini bisa digunakan dalam banyak hal. Diantaranya untuk perlengkapan militer sebagai salah satu metode penyelamatan.

“Kita bisa membayangkan robot ini digunakan untuk operasi pencarian dan penyelamatan korban manusia di bawah reruntuhan bangunan atau (dalam) lingkungan yang berbahaya. Mereka (bisa) digunakan untuk pemantauan lingkungan, disebarkan ke alam untuk mendeteksi jejak bahan kimia atau faktor lainnya,” ujarnya.

Selain itu, robot ini juga dapat melakukan fungsi serangga, seperti proses penyerbukan tanaman. Untuk membawa produk ini ke dunia industri, dibutuhkan beberapa tahun lagi untuk proses penyempurnaan.

“Sampai saat itu tiba, proyek penelitian ini akan terus menjadi perkerjaan yang sangat menarik karena mirip dengan serangga alami. Ini menunjukkan seberapa jauh pencapaian kecerdikan rekayasa manusia untuk meniru sistem alam,” beber Ma. adi

author