banner 468x60

Rumah Selalu Terendam Air Saat Musim Hujan? Ini Mungkin Bisa Jadi Solusi!

294 views
iklan

baca-floating-conceptPenakita | INGGRIS – Indonesia sepertinya harus belajar banyak dalam hal antisipasi banjir dari Inggirs. Pasalnya, Inggris sebagai salah satu negara dengan perkembangan teknologi terbaik tahu benar memanfaatkan hal ini untuk menghadapi situasi-situasi yang tak diinginkan. Seperti mendesain rumah sehingga terbebas dari banjir tahunan yang selalu datang.

Sadar bermukim di daerah langganan banjir, ilmuwan setempat membuat seduah desain rumah unik. Karena dapat menyesuaikan diri saat kering (daratan) dan banjir (air). Proyek ini dinamai Rumah Amphibious, yang diambil dari kata Amphibi (hewan yang hidup di dua alam).

Seperti dikutip dari Mashable, rumah ini didesain dengan konsep fleksibel. Saat kering, rumah tak ubahnya bangunan konvensional lain. Tapi saat air banjir mulai datang, bangunan ini secara otomatis akan mengambang. Rencananya, proyek perumahan revolusioner ini dikembangkan di seluruh Inggris.

Ide membangun rumah ini pada dasarnya muncul dari sebuah perusahaan arsitek (baca Architects). Dimana sebelumnya mereka telah berhasil membangun prototipe dan bekerja sesuai harapan di kawasan Buckinghamshire, kawasan Inggris langganan bajir, 40 km sebelah barat laut London.

Februari lalu, sekitar 900 rumah telah dibangun dan menolong lebih banyak warga setempat yang sering mengungsi akibat banjir tahunan seperti di Jakarta. Dalam hal material, konsep rumah unik ini dibangun dengan bahan kayu dan beton seperti rumah kebanyakan. Namun pada bagian bawah rumah dibuat rongga khusus yang akan terangkat secara otomatis saat air mulai menggenang.

Tak cuma bangunan, sadar rumah yang bergerak saat banjir, dalam hal instalasi air, listrik dan kabel telepon, juga dipasang dengan fleksibel. Sehingga saat bergerak, bagian ini juga secara otomatis ikut bergerak.

Karena masih berupa purwarupa, bangunan ini dibanderol dengan harga yang sangat mahal. Yakni satu rumah memiliki biaya pembangunan sampai $2,4 juta atau sekitar Rp 22,8 miliar. Di masa mendatang, perusahaan pengembang berjanji akan meringkas bahan baku, sehingga rumah memiliki harga bersahabat dan bisa diterapkan dimana saja, termasuk di Indonesia. adi

author