Saat Siswa Kerjakan Soal Matematika, Aliran PLN di Sekolah Ini Padam

Padamnya aliran PLN jadi ancaman siswa yang menjalani Unas CBT

Padamnya aliran PLN jadi ancaman siswa yang menjalani Unas CBT

Penakita | MALANG – Ujian nasional (Unas) berbasis Computer Base Test (CBT) pada hari kedua, Selasa (14/4/2015) kembali diwarnai insiden. Kali ini, ratusan siswa yang sedang menjalani Unas di SMA Negeri 1 Kepanjen, Kabupaten Malang panik lantaran aliran listrik padam.

Informasi yang diperoleh PENAKITA, saat itu siswa di sekolah tersebut sedang mengerjakan materi soal Matematika di sesi kedua. Ketika tiba-tiba aliran listrik padam, suasana pun jadi gelap.

Ketika siswa mulai terlihat gelisah, Maskuri, Kepala SMAN 1 Kepanjen langsung berusaha menenangkan siswa. Sementara operator server ujian berbasis CBT sibuk berusaha mencari alternatif agar komputer kembali bisa diaktifkan.

Beberapa saat kemudian lampu kembali nyala setelah dibantu pasokan listrik dari genset. Namun, peralihan daya listrik dari genset menuju server komputer ini justru membuat trafo terbakar. “Tadi trafonya sempat terbakar, karena peralihan dayanya tidak kuat,” ucap Maskuri.

Menurut Maskuri, selain masalah pemadaman listrik yang di luar wewenangnya, tak ada masalah berarti terkait pelaksanaan Unas CBT. “Kami sudah meminta petugas PLN bersiaga. Dan sejauh ini, bisa tertangani,” ungkapnya.

Ditambahkan pula, meski pelaksanaan Unas hari kedua untuk mata pelajaran Matematika sempat terkendala listrik, siswa masih bisa mengerjakan soal-soal ujian. “Gangguannya hanya pada konsentrasi siswa lantaran aliran listrik padam itu. Setelah itu, siswa kembali bisa fokus mengerjakan soal-soalnya,” tuturnya. (sum)