banner 468x60

Sebanyak 14.000 Guru di Surabaya Belum Sertifikasi

28 views
iklan

guru3Penakita | SURABAYA – Dari total 28.000 guru di Surabaya yang sudah memiliki nomor unik pendidik tenaga kependidikan (NUPTK), sekitar separonya (14.000 orang) belum tersertifikasi. Dari jumlah itu, sebagian besar adalah guru swasta.

“Untuk guru PNS, 90 persen sudah tersertifikasi, tinggal guru-guru yang baru masuk atau yang sudah menjelang pensiun,” ujar Yusuf Masruh, Kabid Ketenagaan Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya.

Ditambahkan pula, dari 14.000 guru yang belum sertifikasi, hanya ada puluhan guru yang belum layak. Beberapa diantaranya belum memiliki ijazah sarjana. “Jumlahnya hanya sedikit yang belum S1, mungkin sisa-sisa guru lama. Malah guru-guru di sini sudah banyak yang S2 dan S3,” paparnya.

Menurut Yusuf Masruh, banyaknya guru swasta yang belum sertifikasi karena keengganan guru itu sendiri maupun sekolahnya. Diakui pria yang akrab disapa Ucup ini, pihaknya sudah mengingatkan berkali-kali agar mereka proaktif mengikuti program ini, namun informasi tersebut kurang mendapat tanggapan.

“Kami membuka kesempatan sewaktu-waktu bagi mereka untuk mengumpulkan berkas pendaftaran Pendidikan Latihan Profesi Guru (PLPG). Kami tidak membatasi waktu, kalau dibatasi malah banyak yang telat,” ucapnya.

Informasi lain yang diperoleh PENAKITA.com, hingga Oktober 2013 guru di Jawa Timur yang sudah memiliki NUPTK sebanyak 443.000 orang. Dari jumlah itu 208.000 guru sudah tersertifikasi, dan 235.000 orang guru belum tersertifikasi.

Dan, dari 235 guru yang belum tersertifikasi, sekitar 54.000 orang yang layak sertifikasi, 29.000 diantaranya sedang mengikuti (PLPG) tahun ini, sisanya 25.000 guru dijadwalkan ikut PLPG tahun 2014 mendatang. ari

author