banner 468x60

Sebanyak 20,6 Persen Pelajar SMP-SMA Perokok Aktif

488 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | JAKARTA – Tingginya perilaku merokok di kalangan pelajar, khususnya di Jakarta, kian mempritahinkan. Kebiasaan buruk itu memicu para aktivis pendidikan menyusun modul bahan ajar pencegahan merokok pada pelajar.

Dalam workshop bertema Penyusunan Modul Bahan Ajar Pencegahan Merokok pada Pelajar di Universitas Trisakti, Jakarta Barat, Rabu (13/02), Farah Margaretha, Ketua Program Youth Smoking Prevention Universitas Trisakti mengungkapkan, pada November-Desember 2012, Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti bekerjasama dengan Modernisator, melakukan survey tentang pelajar yang merokok.

Survey melibatkan 1.435 responden yang merupakan siswa dengan usia antara 11 sampai 19 tahun atau setingkat SMP hingga SMA. Hasilnya, jumlah total pelajar yang merokok sebanyak 31,3 persen. Jumlah itu terdiri dari perokok aktif sebanyak 20,6 persen dan perokok pasif sebanyak 10,7 persen.

“Atas dasar itu, modul ini akan diterapkan dan diintegrasikan dalam dua mata pelajaran yakni Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (Penjaskes) tahun 2013 ini. Tujuannya agar terbangun perilaku positif dan kesadaran anti rokok pada pelajar,” kata Farah.

Sementara Agus Suradika, Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta menjelaskan, peningkatan perilaku merokok pelajar diakibatkan dari kurangnya pengetahuan kognitif yang baik tentang rokok, ditambah pengaruh eksternal atau lingkungan. Dengan pemahaman yang dilakukan secara berkala, diharapkan dapat mencegah dan menurunkan perilaku merokok pada pelajar.

Itu sebabnya, kata Agus, penerapan modul ini harus dapat membentuk perilaku sehat yang sadar bahaya rokok, sehingga dapat mengajak dan menularkan kesadaran positif anti rokok kepada lainnya. “Merokok itu sebenarnya pilihan hidup, namun ketika masuk pada ruang publik, hal ini menjadi masalah publik, karena mengganggu kepentingan umum. Jadi sesuai Perda larangan merokok yakni Perda No 2 tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, pemerintah berhak mengatur kepentingan mengenai rokok,” tandasnya.

author