Sekolah Kawasan untuk Pemerataan Pendidikan

isa anshori1Penakita | SURABAYA - Ketua Dewan Pendidikan Surabaya, Isa Anshori mengungkapkan, ide awal dari Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan metode sekolah kawasan bukan ingin menghidupkan kembali cara-cara eks RSBI. Justru eks RSBI yang meniru metode sekolah kawasan. Apalagi jika menghilangkan tes-tes sebelum masuk sekolah, menurut Isa Anshori, hal itu cukup disayangkan.

“Tes itu sayang kalau dihilangkan, karena sudah cukup bagus. Sekolah kawasan pun merupakan aplikasi dari program Pemkot untuk menyebarkan pemerataan pendidikan. Bukan berarti ingin menghidupkan kembali cara PPDB eks RSBI,” kata Isa kepada PENAKITA.com, Kamis (2/5/2013).

Isa menjelaskan, tidak akan ada kesenjangan antara sekolah kawasan dengan yang reguler. Sebab, daya tampung sekolah kawasan jumlahnya terbatas. Apalagi tidak semua siswa yang nilai akademiknya bagus akan memilih sekolah kawasan.

Namun, bila nanti dalam realitanya tak terjadi pemerataan, ia mengaku itu berada di luar kontrol. “Memang kami berharap terjadi pemerataan penyelenggaraan pendidikan di Surabaya. Namun faktanya bisa kita lihat nanti kalau sudah berjalan,” papar Isa.

Ketika disinggung bagaimana melakukan kontrol agar tidak terjadi kongkalikong antara wali murid dengan pihak sekolah, pria yang juga Ketua Hotline Pendidikan Jatim ini menjelaskan, masyarakat bisa melihatnya melalui online. Pasalnya, segala bentuk tes dan hasil PPDB di sekolah kawasan bisa diawasi dari cara itu.

“Dari pengalaman saya, sulit sekali terjadinya kongkalikong antara wali murid dengan sekolah agar anaknya dapat diterima, bila hasil TPA calon siswa ini tidak memenuhi syarat. Masyarakat bisa mengawasinya melalui jalan online,” tandasnya.ika