banner 468x60

Sekolah Muhammadiyah Menolak Terapkan Kurikulum 2013. Ini Alasannya!

355 views
iklan

dikdasmen muhammadiyahPenakita | SURABAYA – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pengurus Wilayah (Dikdasmen PW) Muhammadiyah Jawa Timur sepakat menolak permintaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk menerapkan Kurikulum 2013 di seluruh sekolah yang ada di bawah naungannya. Pasalnya, beaya yang mengiringi pelaksanaan kurikulum baru tersebut tidak ditanggung pemerintah.

“Saya sudah ditawari oleh Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Jatim untuk mengikuti kurikulum baru secara mandiri. Tapi terus terang saja tawaran tersebut kami tolak,” ujar Bianto, Ketua Majelis Dikdasmen PW Muhammadiyah Jatim.

Ditegaskan Bianto, pihaknya sudah melarang semua sekolah, termasuk sekolah berstatus eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) atau yang telah terakreditasi A yang ada di bawah naungan Muhammadiyah untuk melaksanakan Kurikulum 2013. Dia mengaku keberatan jika harus menanggung biaya untuk pelaksanaan kurikulum yang masih belum jelas.

Menurut Bianto, biaya pelatihan guru maupun pengadaan buku paket dan buku babon, tentu akan menambah biaya operasional. Bagi sekolah swasta, hal ini akan dibebankan ke siswa dan pasti sangat memberatkan mereka.

“Kami sudah putuskan untuk semua sekolah agar tidak mengikuti secara mandiri. Jadi kami tetap menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP),” tandasnya.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memang telah menunjuk sejumlah sekolah untuk mengimplementasikan Kurikulum 2013 mulai tahun ajaran baru yang dimulai Senin (15/7) mendatang. Namun, Kemendikbud berharap sekolah yang tidak ditunjuk tetap proaktif menjalankan kurikulum baru tersebut secara mandiri. ari

author