banner 468x60

Semangat Siswa Ini Patut Diacungi Jempol

443 views
iklan

Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Ikhsan saat bersama Jefry KharismaPenakita | SURABAYA – Semangat siswa yang satu ini patut dicontoh dan diacungi jempol. Sebab, meskipun mengidap penyakit stroke, Jefry Kharisma atau yang akrab disapa Jefry ini tetap mengikuti ujian nasional (UN) hingga selesai.

Perjuangan demi perjuangan harus Jefry jalani, demi dapat mengikuti ujian penentu kelulusannya ini. Sejak awal berangkat ke lokasi ujian di SMAN 3 Surabaya, siswa SMA PGRI 3 Surabaya ini harus meminta welas asih dari teman satu sekolahnya, agar sudi memboncengnya hingga ke lokasi ujian.

Tak sampai di situ, pada saat ujian, Jefry membutuhkan pertolongan seorang pengawas ruangan, untuk membantunya mengisikan jawaban pada lembar jawaban UN (LJUN). “Tadi dia dibantu oleh pengawas ruang, saat mengisi LJUN. Karena kan tangannya gemetaran dan kaku,” tutur Kepala SMA PGRI 3 Surabaya, Sri Ratna Wahyuning, kepada PENAKITA.com, Senin (15/4/2013).

Lebih jauh Ratna melanjutkan, gejala penyakit stroke anak didiknya ini mulai terlihat sejak awal duduk di bangku kelas XII. Gejala itu semakin parah pada tiga bulan belakangan, bagian tubuh sebelah kanan Jefry mengalami stroke dan kekakuan.

“Dia itu dulu rajin dan cukup aktif di kelas. Tapi semakin lama badannya semakin kurus. Saat ditanya, akhirnya dia mengaku kalau menderita penyakit stroke,” tukasnya.

Hal serupa disampaikan Jefry. Dengan terbata-bata ia menceritakan, bahwa awalnya ia merasakan sakit dan kram pada kaki kanannya. “Rasanya kesemutan. Lalu dibawa orang tua ke dokter. Katanya stroke,” jawab Jefry singkat.

Ketika disinggung mengenai UN hari pertama yang baru dijalaninya, siswa yang berdomisili di Kenjeran ini mengaku tak mengalami banyak kesulitan. Hanya saja, saat mengerjakan soal dia perlu dibantu pengawas untuk mengisi LJUN. “Saya suka bahasa Indonesia, jadi tadi 80 persen bisa mengerjakan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya, Dr Ikhsan S Psi MM mengatakan, sangat mengapresiasi semangat Jefry. Ia bahkan mendoakan, agar Jefry tetap lancar mengerjakan soal UN hingga jadwal UN berakhir tiga hari mendatang.

“Ini patut dicontoh semangatnya yang luar biasa. Semangat Jefry bisa menjadi motivasi tersendiri bagi siswa yang lainnya. Karena Jefry yang sakit saja semangat berjuang ikut UN, masa yang normal dan sehat tidak semangat,” tandas Ikhsan. ika

author