Semua Sekolah di Jatim Terapkan Unas Online Tahun 2016

ujian nasionalPenakita | SURABAYA – Sukses Ujian Nasional (Unas) online atau computer based test (CBT) membuat Pemprov Jawa Timur ancang-ancang akan melaksanakan secara menyeluruh di sekolah di Jatim. Menurut Saiful Rachman, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim, berdasar hasil evaluasi sementara Unas online yang dilaksanakan di 38 kabupaten/kota, para siswa pun ternyata cukup senang mengerjakan soal Unas lewat komputer.

Dalam pelaksanaannya, proses Unas Online ini lebih gampang dan tidak ribet. “Dengan begitu, rata-rata siswa lebih tenang dan fokus saat mengerjakan soal,” kata Saiful sambil menambahkan, siswa bisa lebih fokus dan konsentrasi karena hasil Unas kini tak lagi jadi penentu kelulusan.

Mengacu hasil evaluasi sementara tersebut, pihaknya, kata Saiful berharap tahun 2016 nanti, sekolah di Jatim sudah melaksanakan UN online semua dan meninggalkan UN dengan sistem lama yang berbasis kertas atau paper-based test (PBT). Diakui Saiful,”Kalaupun ada sedikit masalah, itupun hanya terkait proses login saja. Tapi secara umum semua lancar dan tidak ada gangguan yang cukup prinsip.”

Sebagai persiapan,  mantan Kepala Badan Diklat Jatim ini berharap kabupaten/kota mulai menyiapkan berbagai sarana dan prasana yang dibutuhkan mulai dari sekarang. “Terutama untuk sekolah di wilayah kepulauan dan terpencil. Kalau sekolah di wilayah perkotaan saya kira tak ada masalah,” tegasnya.

Niat Pemprov Jatim menggelar Unas Online secara lebih luas ini didukung pakar pendidikan dari Universitas Negeri Malang (UM) Prof Dr Joko Saryono. “Thailand saja sudah menggelar Unas secara online sejak tahun 2005 atau sudah sepuluh tahun lalu,” paparnya.

Padahal kualitas pendidikan di Indonesia tidak kalah dengan Thailand. Bahkan sebelum menerapkan sistem Unas online, negeri Gajah Putih itu belajar dari Indonesia.

“Bedanya kalau di Thailand penyelenggara Unas independen, sedangkan di sini Pemerintah,” ujarnya.

Untuk itu, jika Pemerintah benar-benar serius mengubah kultur dan sistem pelaksanaan UN, guru besar jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia ini yakin UN online berbasis CBT tahun depan sudah dapat dilakukan di sekolah, khususnya wilayah Jatim. (ari)