• Home »
  • Headline »
  • Sering Bermasalah dengan Ponsel, Mahasiswa Unusa Ini Bikin Kancah Plek, Seperti Ini Kegunaannya

Sering Bermasalah dengan Ponsel, Mahasiswa Unusa Ini Bikin Kancah Plek, Seperti Ini Kegunaannya

Choirus Sa’adah, Rita Zahara Puspa Setia Arum Sari, dan Mira Nirmala Gita bikin kreasi Kancah Plek.

penakita | SURABAYA – Hidup di dunia serba digital tentu tak bisa lepas dari gawai. Piranti elektronik canggih ini tak akan jauh dari kehidupan manusia modern dengan segala aktivitasnya.

Tetapi bagaimana bila ketika baterai gawai habis dan perlu di-charge? Stop kontak terlalu tinggi, atau kabel yang terlalu pendek bisa jadi masalah.

Juga tak jarang jadi ribet meletakkan telepon seluler (ponsel) karena khawatir kabel atau bahkan telepon genggamnya terinjak. Permasalahan yang sering muncul di kalangan pengguna ponsel inilah yang membuat lima sekawan terusik berkreasi.

Hasilnya adalah Kancah Plek (kantong charger simpel dan unik). Yustin Wulandari, Choirus Sa’adah, Puspa Setia Arum, Mira Nirmala Gita, dan Rita Zahara yang sama-sama mahasisa Program Studi Manajemen dan Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) ini membuat tas berbentuk selempang kecil yang hanya memiliki satu kantong.

Tas mungil ini jadi terlihat lucu karena dibuat dalam beragam corak warna dan motif binatang. Sedang tutup tasnya sengaja dibuat lubang untuk menggantungkan tas pada charger yang sedang dicolokkan ke stop kontak.

“Penutup tas sengaja dibuat berlubang agar bisa digunakan untuk penyangga charger. Sehingga posisi tas akan menggantung saat charger tercolok di stop kontak. Tak perlu khawatir lagi ponsel terinjak maupun jatuh,” ujar Rita.

Cara penggunaannya adalah menggantungkan tutup tas yang berlubang tersebut ke charger yang sudah menyambung ke aliran listrik. Kabel serta handphone yang sedang di-charge hanya diletakkan di kantongnya.

”Ini ada selempangnya juga lho di dalamnya. Jadi bisa digunakan sebagai tas main,” imbuh Mira.

Kelima sahabat ini mengaku, awal mula inovasi tersebut tercetus dari permasalahan kolektif yang sering mereka alami. Mereka selalu kesulitan ketika sedang melakukan pengisian daya handphone.

Tak jarang, mereka menjatuhkan ponsel hanya karena kabelnya tidak sampai menyentuh ke lantai. ”Kadang bisa jatuh, bayangin sehari di-charge dua sampai tiga kali, kalau setiap hari jatuh, bisa bisa rusak itu HP-nya,” tandas Mira. din