banner 468x60

Siap Diproduksi Massal dengan Harga Rp 20 Juta, Tetapi Ketua Tim Ventilator ITS Ungkap Kendala Ini

iklan
Wakil Gubernur Emil-Dardak (kedua dari kiri) didampingi Rektor ITS Prof Mochamad Ashari (kanan).

penakita.com | SURABAYA – Tim Ventilator Departemen Teknik Fisika ITS berhasil membuat Simple and Low-Cost Mechanical Ventilator atau Robot Ventilator yang diharapkan bisa membantu masyarakat menghadapi pandemi virus Corona atau Covid-19.   

Menurut Dr rer nat Aulia MT Nasution, Ketua Tim Ventilator Departemen Teknik Fisika ITS, Robot Ventilator tersebut dapat menjadi alat bantu napas bagi penderita Covid-19 yang mengalami gangguan pada sistem pernapasannya.

Dibandingkan ventilator yang sudah ada di sejumlah rumah sakit, robot ventilator ITS ini juga didesain dapat mudah dipindahkan dan diproduksi lebih cepat. “Mungkin yang menjadi kendala nantinya adalah ketersediaan bahan baku,” tuturnya.

Aulia tidak menampik bahwa komponen yang digunakan memang mudah didapat di pasaran. Dibanding ventilator yang sudah ada, bahan ventilator produk ITS ini berbasis pada penggunaan Ambu Bag (Bag Valve Mask/BVM) atau yang secara manual dikenal dengan istilah manual resuscitator.

Komponennya juga berasal dari metal acrylic yang mudah ditemui di pasaran.

Namun, Aulia mengaku, untuk dilakukan produksi secara besar-besaran masih akan diupayakan menjajaki kerja sama dengan pabrik penyedia bahan baku.

“Yang terpenting komponen yang digunakan tetap akan menunjang kriteria penggunaan klinis robot ini sesuai standar BPFK nantinya,” urainya.

Mengenai harga, Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng, Rektor ITS menyatakan, produk ventilator di pasaran saat ini bisa mencapai kisaran Rp 800 juta per unit. Namun, ventilator buatan ITS ini bila nanti diproduksi massal harganya diperkirakan hanya kisaran Rp 20 jutaan per-unit.

Meski begitu, Ashari menandaskan pula bahwa tingginya harga ventilator yang ada di pasaran saat ini sebanding dengan langkanya alat tersebut. Mengingat banyak negara juga tidak ada yang mau ekspor ventilator, karena memang lagi dibutuhkan di banyak negara.

“Karena itu pembuatan robot ventilator ini menjadi solusi kelangkaan tersebut,” ucap Ashari.

Tim peneliti memaparkan cara mengoperasikan Robot Ventilator.

Sementara itu, Dr Emil Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur yang juga hadir dalam acara ini mengungkapkan apresiasinya kepada ITS, karena selalu berperan secara nyata untuk Indonesia melalui bidang teknologi.

Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Timur akan memberikan bantuan secara optimal agar Robot Ventilator ini dapat segera dimanfaatkan masyarakat luas.

“Harapan saya, teknologi ini dapat memberikan efisiensi penanganan Covid-19 saat ini, sehingga jumlah pasien sembuh juga akan semakin banyak,” pungkasnya. dit

author