banner 468x60

Siapa Bilang Makan Pedas Selalu Merugikan Kesehatan?!

392 views
iklan

chili-peppers-Penakita | SURABAYA – Makan pedas, bagi sebagian orang sering diidentikkan peningkatan masalah kesehatan. Seperti masalah pencernaan, usus buntu dan masalah lainnya. Tapi siapa sangka, kebiasaan mengonsumsi makanan pedas ternyata juga dapat membawa kebaikan dalam hal kesehatan.

Cocok untuk diet. Dalam sebuah penelitian, senyawa yang terkandung dalam cabai yang biasa disebut capsaicin, disebut-sebut bagian yang berpengaruh dalam hal ini. Senyawa ini mengandung efek termogenik yang dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang berdampak pada penurunan berat badan.

Menjaga kesehatan jantung. Dalam sebuah penelitian, mereka yang suka pedas biasanya memiliki risiko kecil mengalami masalah jantung dan stroke. Karena, efek cabai saat dikonsumsi sering berdampak pada faktor perusak kolesterol ‘jahat’ atau Low Density Lipoprotein (LDL) dan capsaicin memiliki efek antiinflamasi yang artinya menekan risiko munculnya masalah jantung.

Jauhkan Kanker. Menurut American Association for Cancer Research, capsaicin juga dapat menjadi senyawa untuk melawan dan membunuh sel kanker dan leukemik. Selain cabai, sejumlah rempah-rempah juga dipercaya dapat memperlambat penyebaran kanker dan pertumbuhan tumor. Kombinasi kunyit dengan lada hitam akan membuat efeknya berlipat ganda.

Turunkan risiko hipertensi. Pasalnya kandungan vitamin A dan C dapat memperkuat dinding otot jantung, dan panas dari lada akan meningkatkan aliran darah ke seluruh tubuh. Sehingga dengan mengonsumsi makanan mengandung lada secara keseluruhan dapat memperbaiki sistem kardiovaskular.

Menjaga mood. Orang yang suka makan pedas biasanya memiliki kecenderungan memiliki tingkat emosi yang stabil dan cenderung bahagia. Ini karena makanan pedas dapat membantu meringankan depresi dan stres.

Cegah Parkinson. Dalam temuan jurnal Annals of Neurology, konsumsi lada setidaknya dua kali seminggu dapat menjaukan seseorang dari penyakit parkinson hingga sepertiga risiko yang dialami mereka yang tidak mengonsumsi cabai. Hal ini berhubungan dengan kandungan nikotin dalam lada yang dapat mencegah kerusakan saraf. adi

author