banner 468x60

“Silakan Perjuangkan TPP, Asal Santun”

429 views
iklan

gaji (1)Penakita | SURABAYA – Kepala Kanwil Kemenag Jatim, Sujak mengaku bingung menjawab pertanyaan para guru mengenai pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) yang hingga kini belum cair. Pasalnya, hingga kini pihaknya juga belum mendapat kepastian masalah ini.

“Saya hanya meminta mereka menunggu tanggal 1 dan 2 Mei 2013 nanti ada rapat pimpinan di Kemenag terkait masalah ini. Semoga ada kepastian,” kata Sujak kepada PENAKITA.com, Minggu (28/4/2013).

Molornya pencairan ini tidak diprediksi Sujak. Sebelumnya dia optimistis BOS dan TPP bisa cair pertengahan April lalu karena pada tanggal 27 Mei 2013 tanda bintang di anggaran ini sudah dicabut.

“Dan biasanya dua minggu atau pertengahan April setelah itu sudah cair. Tapi sampai sekarang belum juga cair. DPR tidak mau disalahkan, begitu juga kementerian keuangan,” keluh Sujak.

Diungkapkan Sujak, tidak hanya BOS dan TPP saja yang belum cair. Seluruh anggaran di kemenag kecuali gaji pegawai juga belum dicairkan. Hal ini tentu saja menghampat kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan. Seperti workshop untuk peningkatan kualitas guru, workshop peningkatan lembaga pesantren serta bimbingan pesantren dan madrasah. Bahkan proyek-proyek rehabilitasi sekolah rusak terganjal akibat belum cairnya anggaran ini.

“Proses perencanaan sudah kami lakukan, tapi tidak bisa tanda tangan kontrak karena dananya belum cair. Terpaksa pembangunannya nanti butuh waktu lebih,” akunya.

Sejumlah kegiatan terpaksa dilakukan dengan memakai dana hasil pinjaman dari luar karena tidak bisa ditunda. Seperti seleksi calon petugas haji yang sudah dilaksanakan 24 April 2013. Kemudian pemilihan KUA teladan dan pemilihan keluarga sakinah teladan yan saat ini dalam proses.

“Kegiatan-kegiatan ini harus dilaksanakan. Tidak bisa ditunda. Karena itu kami terpaksa utang dulu untuk pembiayaan,” cetusnya.

Disinggung tentang upayanya untuk bisa mencairkan anggaran, Sujak tidak bisa berbuat banyak kecuali menunggu hasil rapim tanggal 1-2 Mei mendatang. “Kalau para guru mau berjuang silakan. Tapi harus dengan santun. Dan kami juga pasti akan memperjuangkan kepentingan lembaga, madrasah dan guru sampai anggaran ini cair,” tegasnya.ika

author