banner 468x60

Sirene Berbunyi, Perangkat Desa Harus Segera Evakuasi Penduduk

439 views
iklan

untag_banjirPenakita | SURABAYA – Kepedulian empat Dosen Universitas 17 Agustus 1945 (untag) Surabaya ini kepada masyarakat patut diacungi jempol. Pasalnya, demi membantu mengatasi bahaya bencana banjir dan tanah longsor, mereka membuat alat pendeteksi.

Untuk membuat alat deteksi ini, keempatnya berkolaborasi membuat karya sesuai latar belakang ilmu masing-masing. Misalnya saja untuk pembuatan pondasi peletakan alat, dibuat oleh I Gede Sarya yang memiliki latar belakang teknik sipil. Begitu pun untuk pembuatan sensor dilakukan dosen elektro. Mulai dari sensor tanah longsor, dan sensor level air/curah hujan untuk mendeteksi kondisi air sungai.

“Kami saling bahu membahu untuk menyelesaikan karya yang merupakan program Iptek bagi masyarakat ini,” papar salah satu penggagas, Aris Heri Andriawan, kepada PENAKITA.com, Rabu (17/4/2013).

Sementara itu, penggagas lain, Achmad Ridho’i menambahkan, pada alat deteksi ini dipasang fasilitas pendukung yang berdekatan dengan sungai. Ada sensor sejenis kabel yang melaporkan ke pengkondisi sinyal. Baru sesudah itu, dilakukan pengolahan data.

Dari sini, lantas dilaporkan lewat modem HP, display LCD,  dan tanda suara sirene. Jika ada laporan membahayakan dari alat deteksi tersebut, maka perangkat desa setempat bisa segera melakukan penyelamatan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Jadi masyarakat lebih siap untuk menyelamatkan diri jika terjadi bencana,” katanya.

Peralatan ini, masih terus dibenahi. Untuk pembuatan solar cell, sebagian sudah dicicil pembuatannya. Sedangkan untuk pembuatan bagian lainnya, terus dilakukan. Pembuatan alat ini dibiayai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

Anggaran yang sudah disetujui sekitar Rp 50 juta. Usai pembuatan, alat ini langsung dibawa ke Jombang untuk diserahkan kepada masyarakat setempat.ika

author