banner 468x60

Siswa Ambil Ijazah Diminta Bayar Dana Bantuan Sosial

382 views
iklan

PUNGLI-1Penakita | GRESIK  – Masalah klasik menjelang pembagian ijazah di Kabupaten Gresik kembali menyeruak. Setiap siswa yang hendak mengambil ijazah diwajibkan memberi ‘sumbangan sukarela’ dengan dalih untuk kegiatan sosial seperti membangun masjid dan beragam alasan lainnya.

Anehnya, meski menyatakan sebagai ‘sumbangan sukarela’ pihak sekolah tak akan menyerahkan ijazah siswa bila belum menyerahkan dana bantuan sosial tersebut.

“Sumbangan sukarela untuk dana sosial kok wajib? Apa sekolah tidak punya uang untuk membangun?” cetus salah seorang wali murid yang enggan disebut namanya.

Ditambahkan, pihak sekolah seharusnya lebih dulu merapatkan pungutan itu dengan wali murid sejak awal. “Sampai dulu pad wali murid biar kami tidak kaget disodori dana tersebut,” sergahnya.

Pungutan dana sosial tampaknya merata di lembaga pendidikan di Gresik. “Ini sudah tidak rahasia lagi, tapi Dindik (Dinas Pendidikan) terkesan tutup mata,” kata wali murid lain yang juga tidak mau disebut namanya.

Mereka mengaku, selama ini pihak sekolah merasa aman lantaran sumbangan sukarela itu tidak disertai bukti kuitansi. “Alasannya karena suka rela ya tanpa kuitansi,” cetusnya.

Keluhan para orangtua dan wali murid tersebut didukung oleh pernyataan anggota DPRD setempat. “Pihak sekolah seharusnya tidak berlindung di balik keperluan-keperluan tertentu untuk memungut dana dari masyarakat, khususnya siswa dari keluarga tidak mampu,” tandas Susianto. adi

author