banner 468x60

Siswa ‘Bermasalah’ Tetap Difasilitasi di SMP Muhammadiyah 2

364 views
iklan
Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Ir Sudarusman

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Ir Sudarusman

Penakita | SURABAYA – siswa SMP Muhammadiyah 2 Surabaya agaknya tergolong beruntung. Sebab, sekolah tempat mereka bernaung memiliki prinsip pembelajaran yang unik, yakni pembelajaran yang menyenangkan dan tanpa kekerasan, baik fisik maupun psikis.

Para siswa sekolah yang satu ini tak pernah dipaksa serius belajar untuk mendapatkan nilai akademis yang bagus. Pasalnya, sekolah yang terletak di Jl Genteng Muhammadiyah Surabaya ini berbasiskan bakat dan minat siswa.

Jika para siswa merasa kesulitan memahami materi pelajaran di kelas, atau tidak dapat mengikuti sekolah kelas pagi, mereka tak pernah khawatir. Sebab, mereka dapat mengejar ketertinggalan dengan mengikuti program biro konsultasi pada sore hari, yakni sejak pukul 15.30 hingga 18.00 WIB.

“Siswa-siswa yang ‘bermasalah’ ini kami fasilitasi. Kalau memang mereka ingin mengejar ketertinggalan, mereka bebas masuk program ini, tanpa perlu minder dengan teman sekelas, atau merasa paling bodoh. Sekolah ini dibentuk dengan konsep sebagai sekolah yang menyenangkan, jadi harus bisa membuat siswa merasa nyaman belajar disini. Kalau mereka mood sekolah sore, ya monggo. Kalau memilih program lainnya, ya monggo, pokoknya bebas sesuai bakat dan minat siswa, tapi tetap dalam pengawasan dan tanggung jawab kami,” beber Kepala SMP Muhammadiyah 2 Surabaya, Ir Sudarusman, kepada PENAKITA.com, Senin (25/3/2013).

Bahkan tahun ini, ungkap Sudar, SMP Muhammadiyah 2 Surabaya menampung tiga siswa berkebutuhan khusus (SBK) untuk belajar bersama. Para SBK ini pun dibebaskan belajar apa saja yang mereka minati tanpa ada paksaan untuk belajar hal-hal yang tidak mereka kehendaki.

“Ada SBK yang senang sekali dengan ikan, dia bisa menghafal ribuan nama ikan di dunia. Ya kami fasilitasi dan motivasi dia untuk terus mendalami dunia perikanan. Bahkan kami memberikan tantangan untuk dapat menghafal sejarah dan lagu The Beatles, dan dia berhasil. Ada lagi siswa SBK kami yang pandai mengutak-atik komputer, bahkan kemampuannya melebihi siswa normal. Ya kami motivasi terus dia belajar sesuai bidangnya itu sesuai yang dia sukai,” tandas Sudar. ika

author