banner 468x60

Siswa Hamil Jangan Dikucilkan!

463 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | SURABAYA – Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Prof Zainudin Maliki menegaskan, tidak ada ketentuan yang melarang siswa hamil ikut ujian nasional (Unas). Zainudin menyarankan, sekolah jangan hanya menyelenggarakan pengajaran, tetapi pendidikan.

Pendidikan, menurut Zainudin, titik beratnya pada penekanan pembentukan watak dan kepribadian. “Kalau tidak ada dasarnya melarang-larang nanti bisa dituntut melanggar HAM,” tegas Zainudin sambil menambahkan,”Kalau siswa terbentuk wataknya serta berkepribadian baik, tidak mungkin dia terseret pada praktek menyimpang sehingga harus hamil di luar nikah.”

Adanya siswa hamil di luar nikah itu karena pendidikan sudah berubah menjadi pengajaran. Degradasi ini membuat pendidikan tidak ada proses pembentukan watak, penguatan moral, penguatan mental. Sehingga terjadi perilaku menyimpang.

Ketika pada akhirnya siswa melakukan perilaku menyimpang hingga mengakibatkan hamil, Zainudin meminta agar yang bersangkutan tidak diadili dengan melarangnya mengikuti Unas. “Perkara lulus atau tidak, nanti kan ada ujian sekolah yang di dalamnya termasuk pendidikan agama, moral dan akhlak,” paparnya.

Kebijakan tersebut, lanjut Zainudin, juga berlaku bagi siswa yang terjerat kasus pidana. “Kalau memang ada peraturan sekolah, harus dibuat sejak awal dengan kontrak sosial. Selama tidak ada aturan, jangan bikin aturan,” tandasnya.

Menanggapi saran Kepala Dindik Jatim yang meminta siswa hamil dipisah dengan siswa lain, Zainudin menganggap, hal itu aneh. “Semua punya hak yang sama untuk ujian. Selama tidak ada peraturan yang melarang ya jangan disendirikan,” tuturnya.

author