banner 468x60

Siswa MA di Malang Ditawari Kunci Jawaban UN

360 views
iklan

ujianPenakita | MALANG – Upaya untuk memancing peserta ujian nasional (UN) mendapatkan hasil yang baik lewat kunci jawaban soal ternyata masih berjalan. Paling tidak, di Kota Malang ada laporan yang masuk dari siswa Madrasah Aliyah (MA).

Para pelajar MA di kota ini ditawari kunci jawaban oleh orang tidak dikenal. Kunci soal tersebut ditawarkan door to door di antara siswa peserta unas.

Kunci jawaban soal UN itu diketahui baru beredar pada hari ketiga UN, Rabu (17/4/2013). Menjelang ujian mata pelajaran Matematika, sejumlah orang tidak dikenal mendatangi siswa MA di Kota Malang. Mereka menawarkan kunci jawaban dalam bentuk lembar jawaban yang difoto kopi.

Para pelaku menjual kunci jawaban seharga antara Rp 1.000.000 hingga Rp 2.000.000. Kunci tersebut bersifat acak dan tidak bisa dipastikan untuk jenis soal yang mana.

“Mereka tidak memastikan kunci jawaban tersebut untuk soal yang mana. Tapi mereka menawarkan pola jawaban yang katanya menjadi kunci soal matematika secara umum,” ungkap Fransiska Rahayu Budiwiarti, Ketua Komisi D DPRD Kota Malang.

Namun, menurut Fransiska, tidak ada satu siswa pun yang membeli kunci jawaban tersebut. Ditambahkan Fransiska, para siswa sudah memahami bahwa tidak ada kunci jawaban yang cocok untuk segala jenis soal. Mereka juga sudah bertekat untuk melaksanakan UN dengan cara yang jujur.

Fransiska tidak bisa mengetahui mengapa yang ditawari kunci jawaban adalah siswa MA. “Kami tidak mengerti kenapa yang dipilih para siswa Madrasah Aliyah. Padahal siwa dari SMA jumlahnya lebih banyak,” tegasnya.

Menurut Fransiswa, temuan tersebut didapat Komisi D, yang membidangi pendidikan, saat monitoring pelaksanaan UN di sejumlah sekolah. Beberapa siswa dan orangtua siswa mengadukan kejadian tersebut kepadanya. Sayangnya mereka tidak bisa mengidentifikasi pelaku yang menjual kunci jawaban tersebut.

Fransiska menduga, pelaku hanya ingin mengeruk keuntungan dengan cara menipu peserta UN. Mereka secara tidak langsung akan mengacaukan sistem yang coba dibangun pemerintah. Untuk itu Fransiswa meminta pihak terkait untuk selalu waspada terhadap kejahatan seruap saat UN SMP mendatang. ari

author