banner 468x60

Siswa SD Pucang Surabaya Juara Umum Kompetisi Robot Internasional

iklan
Tim Robot SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

Tim Robot SD Muhammadiyah 4 Pucang Surabaya

Penakita | SURABAYA – Tim robot SD Muhammadiyah 4 Pucang, Surabaya kembali mencatat prestasi tingkat internasional. Tim beranggotakan 22 orang siswa itu berhasil menyabet tiga medali emas, tiga perak dan lima medali perunggu di ajang International Islamic School Robotic Olympiad (IISRO) 2013 di Bandung pekan silam.

Sukses ini otomatis menempatkan Tim SD Muhammadiyah 4 Pucang sebagai juara umum dalam kompetisi yang diselenggarakan International Muslim Assosiation Robotic Olympiad (IMARO) tersebut. Para siswa ini mampu menyisihkan ratusan peserta lain dari dalam dan luar negeri seperti Mesir, Malaysia, Bengkulu, Jakarta, Bekasi dan Yogyakarta.

Medali emas diperoleh Emirtry Rahmad S, Arya Krisna dan Ahmad Rafi untuk kategori Transporter, Ichdan Rasyid, M Fauzan dan Nabil Hadjoe di kategori Rescue, sedang Ichdan Rasyid dan M Fauzan di kategori Low Cost.

Hebatnya pula, beberapa diantara siswa tersebut meraih gelar ganda. Emirtry Rahmad misalnya, mendapat tiga medali yakni satu emas kategori Transporter, dan dua medali perunggu di kategori Mikrokontroler dan Rescue.

“Saya dan teman-teman mempersiapkan diri selama sebulan untuk menghadapi kejuaraan itu,” kata Emirtry yang kini duduk di kelas 6.

Yang juga menarik, bukan kali pertama Emirtry membuat bangga sekolahnya lewat prestasi yang diperoleh di sejumlah kompetisi. Sebelumnya dia berprestasi di dua ajang robot dengan meraih Juara Pertama di Muhammadiyah Education Award 2013 serta Juara 2 di SMAN 1 Sidoarjo Cup.

“Ini kompetisi terakhir yang saya ikuti. Setelah ini saya mau fokus belajar untuk ujian nasional. Jadi ekskul robotnya berhenti dulu,” tutur Emirtry.

Tak hanya memperdalam pemrograman robot, mereka juga ikut merakit robot jenis robo-robo bersama pembinanya. Saat lomba, mereka hanya diberi waktu lima menit untuk memprogram robotnya.

Selanjutnya robo-robo itu bergerak mengikuti garis hitam lalu mengambil poin berupa balok dan pola kemudian diletakkan di tempat khusus. “Ternyata tim kami yang paling banyak mengambil poin,” ungkap Arya Krisna, teman satu tim Emirtry.

Arya yang masih kelas 5 mengaku siap melanjutkan prestasi yang diraih pendahulunya. Dia pun rajin mengikuti ekskul robot yang digelar sekali dalam seminggu.

“Saya punya dua robot di rumah. Tetapi baru bisa dipakai di sekolah soalnya gak punya landasannyan” cetusnya.

Sedang Kaisar Nialfza, peraih medali perak di kategori transporter dan medali perunggu di kategori rescue tak kalah senang atas prestasinya. “Saya masih ingin ikut lomba lagi biar dapat emas,” ucap Kaisar yang masih duduk di kelas 5 ini. ari

author