banner 468x60

Siswa Sekolah Internasional Incar Kuliah di Indonesia

420 views
iklan
Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Jatim, Nashor

Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Jatim, Nashor

Penakita | SURABAYA – Sebanyak 160 siswa sekolah internasional dipastikan ikut Ujian nasional pendidikan kesetaraan (UNPK) 2013. Jumlah ini meningkat dibanding uNPK tahun 2012 yang jumlahnya kurang dari 100 peserta.

Dari 160 siswa tersebut tersebar di sejumlah sekolah internasional di Surabaya. Namun, UNPK tidak dilakukan di sekolahnya, tapi melalui Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) maupun home schooling.

“Kebanyakan siswa internasional ini mengikuti ujian nasional (UN) kejar paket A. Meski ada juga kejar paket B dan C,” ujar Kabid Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) Dindik Jatim, M Nashor.

Keikutsertaan siswa sekolah internasional ini diduga karena mereka ingin memiliki ijazah berjenjang mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA. “Untuk kejar paket C, kemungkinan dipergunakan untuk jaga-jaga agar mereka bisa kuliah di Indonesia, baik negeri maupun swasta,” kata Nashor.

Dindik Jatim mensyaratkan mereka yang mengikuti UNPK agar menunjukkan rapor yang dilegalisir sekolah internasional yang membuktikan bahwa dia sudah masuk semester terakhir. “Mereka juga harus ikut pembelajaran di PKBM selama satu semester sebelum mengikuti ujian,” paparnya.

Hal ini guna penyesuaikan mata pelajaran yang harus diujikan. Penyesuaian ini penting karena selama ini siswa internasional memakai kurikulum luar negeri seperti Singapura. Bahkan bahasa yang digunakan adalah bahasa asing (bahasa Inggris).

“Waktu satu semester itu saya rasa cukup bagi mereka beradaptasi dengan pelajaran yang diunaskan,” cetusnya.

Jika siswa ini tidak lulus, menurut Nashor, masih diberi kesempatan mengikuti UN tahap dua pada Juli 2013. Lulusan kejar paket ini akan mendapat ijazah yang sama dengan siswa sekolah formal.

Malah, lanjut Nashow, ijazah mereka ditandatangani kepala dinas. Artinya lebih tinggi dibanding sekolah formal yang ditanda tangani kepala sekolah. “Kami berharap masyarakat semakin sadar arti UN ini,”pungkasnya. ari

author