banner 468x60

Siswa SMPN Terbuka Juga Bisa Raih Prestasi

7 views
iklan
Tiga siswa SMPN Terbuka 25 Surabaya yang berprestasi

Tiga siswa SMPN Terbuka 25 Surabaya yang berprestasi

Penakita | SURABAYA – Siapa bilang kemampuan siswa-siswa dari sekolah terbuka amat minim. Sama halnya siswa-siswa di sekolah reguler lainnya, kemampuan siswa sekolah terbuka juga tak dapat dipandang remeh.

Hal ini dibuktikan oleh tiga sekawan asal SMPN Terbuka 25 Surabaya. Mereka adalah Linda Novianti, Daimatul Hidayah, dan Siti Nafilah. Ketiganya hari ini berhasil menjuarai kompetisi cerdas cermat tingkat Surabaya yang diadakan di SMPN 39 Surabaya, Kamis (11/4/2013).

Dalam ajang tersebut mereka berhasil unjuk kemampuan mereka dalam melahap semua soal-soal yang diberikan juri dengan mudah. Semua itu, ungkap Linda, merupakan hasil kerja kerasnya belajar dan menuntut ilmu di sekolah terbuka selama ini.

“Untuk mengikuti lomba ini kami tidak ada bimbingan khusus dari guru-guru. Kami belajar sendiri di rumah. Alhamdulillah hasilnya tidak mengecewakan,” tutur Linda kepada PENAKITA.com, Kamis (11/4/2013).

Kendati berasal dari SMP Terbuka dengan kondisi ekonomi siswa-siswanya yang memprihatinkan, ketiga sekawan ini mengaku tak pernah merasa minder. Mereka justru tetap bangga, dan memiliki semangat belajar tinggi.

Seperti Linda ini, meski ayahnya hanya seorang sopir bergaji pas-pasan dan tidak dapat menyekolahkannya di sekolah swasta atau pun negeri, dia tak berkeberatan. Bahkan, untuk membantu kedua orang tuanya, Linda seringkali menerima garapan sebagai pembuat sendok plastik. Ia mengerjakannya sambil lalu, sebelum berangkat ke sekolah.

“Saya malah bersyukur masih bisa sekolah. Sekolahnya gratis lagi. Diberi seragam gratis, buku gratis, rekreasi pun gratis. Jadi saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini,” ungkap Linda.

Tidak jauh berbeda dengan Linda, Daimatul dan Siti pun memiliki nasib serupa. Selain karena nilai ujian nasional (NUN) mereka yang rendah, faktor ekonomi merupakan alasan utama mereka bersekeolah di SMP Terbuka. Keduanya berharap, usai lulus SMP mereka bisa melanjutkan studi di SMK Negeri.

“Harapannya sih bisa masuk ke SMK Negeri. Karena kalau di SMK kan orientasinya ke depan bisa langsung bekerja setelah lulus. Saya ingin ambil jurusan tata rias, karena saya ingin bisa menjadi perias dan buka usaha salon mandiri,” tandas Daimatul. ika

author