banner 468x60

Siswa Tidak Jujur Sekolah Ikut Kena Blacklist

432 views
iklan

ujian-nasionalPenakita | MALANG – Sanksi yang diterapkan atas ketidakjujuran siswa saat mengisi lembaran pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) tak hanya berupa pencoretan nama yang bersangkutan. Lembaga tempat siswa tersebut sekolah juga akan kena daftar hitam perguruan tinggi negeri (PTN) di Jawa Timur.

“Blacklist itu efek yang menyusul dari tingkah laku siswanya. Bisa berupa pencekalan sekolah itu atau yang lainnya,” cetus Prof Dr Fasich Apt, Ketua Forum Paguyuban Rektor se-Jatim.

Usai Rapat Forum Paguyuban Rektor se-Jatim, di Aula Utama Gedung A3 Universitas Negeri Malang, Selasa (11/6/2013), Fasich menyatakan, kesepakatan ini didasari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, yang menemukan calon mahasiswa mengaku miskin di semua PTN di Jatim. Namun, ungkapnya, saat dilakukan visitasi (kunjungan) ke rumah yang bersangkutan ternyata dari keluarga mampu.

“Kami tidak ingin ada calon mahasiswa yang masuk PTN di Jatim pembohong. Kalau sudah masuk di awal mbujukan (berbohong), bagaimana kalau dia sudah jadi orang,” kata Fasich yang juga Rektor Universitas Airlangga (Unair).

Fasich membeberkan pertemuan para rektor ini membahas temuan masing-masing PTN tentang data calon mahasiswa dari jalur SNMPTN dan bidik misi yang ada potensi ketidakcocokan antara data yang ditulis dengan kenyataan. “Kami melakukan scaning awal, dan potensi kebohongan itu ada,” paparnya.

Terpisah, Rektor Universitas Negeri Malang (UM), Prof Dr Suparno, mendukung kesepakatan bersama para rektor tersebut. “Ini adalah pembelajaran moral agar calon mahasiswa bersikap jujur,” katanya.

Menurut Suparno, sistem UKT di UM memiliki lima kategori yaitu untuk program studi (prodi) kependidikan berkisar Rp 0 – Rp 4 juta, sedangkan prodi non-kependidikan Rp 0 – Rp 7 juta. UKT Rp 0,- ini merupakan implementasi Permenmendikbud tersebut. sum

author