banner 468x60

SMA di Kota Malang Tetap Berlakukan Sumbangan. Ini Alasannya!

419 views
iklan

uangPenakita | MALANG – SMA di Kota Malang mulai melakukan sosialisasi Rencana Anggaran Kegiatan Sekolah (RAKS). Kegiatan itu sebagai awal rangkaian menarik Sumbangan Biaya Pengembangan Pendidikan (SBPP) pada wali murid untuk tahun ajaran 2013-2014.

Kegiatan yang dilakukan bagi siswa yang diterima melalui penerimaan peserta didik baru (PPDB) online beberapa waktu lalu itu diawali oleh SMA Negeri 4 Kota Malang. “Minggu depan sekolah yang lain juga melakukannya,” ujar Tri Suharno, Kepala SMAN 4 Malang

Tri menegaskan pihaknya tidak memberi ketentuan batas minimal dan maksimal dana SBPP yang mesti dibayarkan wali murid. “Sesuai kesepakatan MKKS, kami tetap menarik SBPP tapi terserah wali murid untuk menentukan besarannya. Berapapun yang diberikan wali murid, sekolah harus menerima,” tegas Tri Suharno yang juga Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMAN Kota Malang.

Di hadapan wali murid, Tri memaparkan semua program dan kebutuhan sekolah secara rinci. Menurut Tri, untuk mewujudkan program setahun mendatang sekolah tersebut memerlukan dana Rp 5 miliar.

Ditekankan Tri, porsi terbesar dana itu ada di pos pengembangan sarana. “Jumlahnya mencapai 37 persen. Pengembangan ini untuk lab, pengadaan kursi, dan lainnya,” begitu ungkapnya.

Paparan pihak sekolah itu disambut positif para orangtua/wali murid. Dengan ketentuan seperti diungkap Tri Suharno, orangtua/wali murid tidak harus mengeluarkan dana sampai Rp 5 juta seperti biaya SBPP tahun ajaran lalu.

“Sistem ini benar-benar membantu saya. Karena saya pekerja kecil-kecilan maka saya cuma bisa bayar paling banyak Rp 500.000,” cetus Samiaji yang mengaku sebagai wiraswasta. sum

author