banner 468x60

SMA Trimurti, Sekolah Nasionalis untuk Semua Kalangan

552 views
iklan

sma trimurti1Penakita | SURABAYA – Sejak dibuka pada 18 Agustus 1954, SMA Trimurti bukanlah sekolah swasta yang berazas ajaran agama tertentu, seperti kebanyakan sekolah swasta lain. SMA yang berlokasi di Jl Gubernur Suryo No 3 Surabaya ini dibangun berlandaskan rasa nasionalisme.

Mohammad Ridwan, Soenarsih, Priyono, Moertoyo, Soepeno, Soeroso, Herman Warsono, dan Abd. Rahman Asj’ari, adalah intelektual muda yang merintis berdirinya SMA Trimurti. Seperti sekolah umum lain, murid di sekolah ini dari semua kalangan, golongan, ras, dan agama.

Pemberian nama Trimurti sendiri didasarkan pada tiga tujuan mulia para pendirinya. Pertama, ingin membentuk manusia yang pandai, cerdas, dan cakap. Kedua, membentuk manusia berakhlak dan berbudi luhur. Ketiga, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, melaksanakan segala perintah dan menjauhi laranganNya.

Tak mengherankan bila hingga kini, sekolah swasta ini masih dipercaya masyarakat Kota Surabaya untuk mencerdaskan generasi muda bangsa. Drs Mudjiono, Kepala SMA Trimurti mengaku, bahwa kepercayaan masyarakat Surabaya kepada SMA Trimurti ini sangatlah besar. Terbukti, tiap tahunnya, sekolah ini tak pernah kekurangan murid.

“Alhamdulillah sampai saat ini, SMA Trimurti masih dipercaya masyarakat. Ini mungkin berkat dedikasi para pendiri dan segenap keluarga besar Trimurti yang memiliki tujuan mulia, melahirkan insan yang berakhlak juga. Bila tiap tahun banyak sekolah swasta yang kebingungan mencari murid, SMA Trimurti tidak. Justru kami seringkali kelebihan kuota murid, sehingga dengan terpaksa harus menolak beberapa,” jelas Mudjiono kepada PENAKITA.com, Kamis (9/5/2013).ika

author