banner 468x60

SMA Unggulan CT Dijamin Bebas Bea di 16 PTN

469 views
iklan
SMA Unggulan Chairul Tanjung

SMA Unggulan Chairul Tanjung

Penakita | JAKARTA – SMA Unggulan yang dikelola CT Foundation dipastikan cerah masa depannya. Murid-murid di SMA ini nantinya dijamin bebas masuk di 16 perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia tanpa bea sama sekali.

Pasalnya, pihak SMA Unggulan yang dimotori Ketua Umum CT Foundation, Chairul Tanjung, sudah menandatangani nota kesepahaman dengan 16 PTN tesebut yang isinya kesediaan PTN menerima lulusan sekolah tersebut lewat jalur bidik misi. Nota kesepahaman itu berlaku selama lima tahun sejak ditangani yaitu pada tahun 2013-2018.

Anak-anak yang kini belajar di sekolah tersebut merupakan siswa dari keluarga miskin dan sebagian juga merupakan anak korban bencana Tsunami Aceh. “Murid di sekolah kami benar-benar siswa tidak mampu tapi cerdas. Penyeleksiannya juga ketat karena benar diverifikasi apakah anak tersebut benar tidak mampu,” tegas Chairul Tanjung.

Melalui pernjanjian tersebut, lanjut Chairul Tanjung, pihaknya juga akan membantu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk memenuhi target mahasiswa program bidik misi yang tahun ini diperkirakan mencapai 50.000 mahasiswa. Pada tahun ini, sekolah yang dibangunnya di Medan akan meluluskan sekitar 100 siswa untuk lanjut ke pendidikan tinggi.

“Cari yang benar miskin tapi cerdas itu tidak mudah. Kami akan dukung pemerintah untuk memenuhi target 50.000 mahasiswa bidik misi tersebut,” kata pria yang akrab disapa CT ini.

Selain di Medan CT juga berencana membuka lagi SMA Unggulan di provinsi lain sehingga genap di 33 provinsi. Nantinya di tiap provinsi itu diarahkan untuk meneruskan pendidikan di universitas provinsi asal sehingga bisa merata.

Ke-16 PTN yang menandatangani nota kesepahaman tersebut antara lain Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Indonesia, Universitas Sriwijaya, Institut Pertanian Bogor, Institut Teknologi Bandung, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjajaran, Universitas Pendidikan Indonesia, Universiras Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Airlanggan, Universitas Negeri Malang, Unversitas Diponegoro, Poltek Negeri Elektronika Surabaya dan Poltek Negeri Manufaktur Bandung. dde

author