Sosok Guru Jadi ‘Idola’ Peserta Lomba Foto

Sebagian karya foto yang bikin para juri berdebat sengit untuk tentukan pemenangnya

Sebagian karya foto yang bikin para juri berdebat sengit untuk tentukan pemenangnya

Penakita | SURABAYA – Dari 600 karya foto yang dinilai juri, banyak diwarnai sosok guru. Dari pengamatan panitia dan juri, ada sekitar 10 karya foto yang mengangkat guru sebagai objeknya.

“Guru tampaknya jadi idola peserta dan jadi pilihan mereka untuk menyesuaikan dengan tema kepahlawanan yang tanpa senjata itu,” ungkap Achmad Pramudito, salah seorang juri Lomba Foto Anak 2014 yang diadakan PENAKITA bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini.

Saat melakukan penjurian di Perpustakaan Bank Indonesia (eks Museum Mpu Tantular), Kamis (20/11/2014), para juri mengamati tak sedikit pula peserta yang mengangkat sosok ibu sebagai pahlawan. Topik lain yang muncul dari karya peserta adalah pahlawan lingkungan, budaya, dan ada pula olahraga.

Para juri yang diketuai Muhamad Sujai ini menyeleksi 600 karya foto untuk kemudian disaring menjadi 40 besar. Rencananya 40 karya foto pilihan itu yang kemudian diunggah ke fanpage PENAKITA (facebook.com/penakitadotcom).

Lalu siapakah pemenangnya? “Nama-nama pemenang baru akan diumumkan pada Minggu (23/11/2014) saat pelaksanaan Lomba Story Telling,” kata Masich Prasetyo, Ketua Panitia Lomba Foto Anak & Story Telling.

Ditambahkan Pras, karya foto pilihan juri ini selanjutnya akan dipajang di Perpustakaan Bank Indonesia Jl Taman Mayangkara 6 pada Sabtu-Minggu (22-23/11/2014). Untuk meramaikan kegiatan pameran ini panitia mengagendakan serangkaian kegiatan lain, yaitu Lomba Mewarnai dan Lomba Story Telling.

Kegiatan Lomba Foto serta Lomba Mewarnai dan Lomba Story Telling ini dilaksanakan atas kerjasama PENAKITA dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Lomba-lomba ini digelar untuk memeringati Hari Anak dan Hari Pahlawan 2014.

Lomba Mewarnai khusus bagi siswa TK usia 4-6 tahun. Sedang Story Telling disasarkan bagi para Bunda PAUD dan guru TK di kawasan Surabaya dan sekitarnya.

“Titik bidiknya tetap sama, yaitu anak-anak. Dan karena penyelenggaraan lomba kali ini pada bulan November maka tema yang diambil adalah seputar kepahlawanan. Ini tentu penting, khususnya dalam rangka memberi pengertian masalah sosok pahlawan dalam versi yang berbeda, pahlawan yang tak lagi membawa senjata melawan penjajahan. Di era merdeka ini sosok pahlawan lebih kompleks lagi,” papar Ari Prabowo, Panitia Lomba Foto Anak & Story Telling 2014. sum