banner 468x60

Status Pemenang Bisa Dibatalkan Panitia. Ini Penyebabnya!

393 views
iklan

pena_1203Penakita | SURABAYA – Meski keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat, namun masih bisa berubah jika diketahui ada pemenang yang melanggar ketentuan yang sudah ditetapkan panita. Apabila terbukti secara sah melakukan pelanggaran, maka status kemenangannya bisa dicabut.

“Selanjutnya otomatis urutan di bawahnya menggantikan posisi peserta yang dicoret lantaran perbuatan curangnya itu,” kata Ir Masich Prasetyo, Ketua Panitia Lomba Foto Hari Anak Nasional 2013.

Untuk itu, lanjut pria yang akrab disapa Mas Pras ini, panitia menunggu respons masyarakat selama seminggu setelah pengumuman kejuaraan yang baru pertama kalinya diselenggarakan PENAKITA.com tersebut. “Bila selama seminggu tidak ada yang mengusik berarti status kemenangannya sah. Namun, bila ada komplain dan bisa menunjukkan bukti valid, maka bisa berubah dan bahkan dibatalkan,” tegasnya.

Berdasar penilaian juri yang terdiri dari Totok Sumarno, Sueswit N April, dan Pramudito, ditetapkan pemenangnya adalah Fransiscus Simbolon dengan karya Generasi Peloncat sebagai Juara 1, disusul Anom Manik Agung (Bersama Keluarga) Juara 2, dan Nur Efendi (Air di Atas Perahu) Juara 3. Sedang Juara Harapan 1, 2, dan 3, masing-masing adalah I Komang Edi Tirtayasa (Pesawat Kertas), Hendra Kairupan (Loncat dan Bermain), dan Budi Sugiharto (Balapan Perahu Mini).

Selain itu juri juga menetapkan foto Perangi Sifat Individualis pada Anak karya Faradina menjadi Juara Favorit. “Foto Faradina memang bukan termasuk karya yang mendapat LIKE terbanyak. Pasalnya, karya yang dapat foto terbanyak justru diperoleh dari autolike, sehingga juri menetapkan diskualifikasi,” papar Mas Pras.

Tujuh karya yang dapat penghargaan ini selanjutnya dipajang bersama 40 karya peserta Lomba Foto Hari Anak lainnya di Main Atrium Grand City Mall Surabaya. Pameran dibuka setiap hari mulai Minggu (25/8/2013) hingga Sabtu (31/8/2013).

Selama kegiatan pameran berlangsung, PENAKITA.com menggelar lomba foto bagi siswa-siswa SMK se-Jawa Timur. “Lomba ini on the spot, jadi peserta harus datang langsung dan memfoto obyeknya berupa kegiatan anak-anak PAUD di panggung utama. Pemenangnya akan diumumkan pada Sabtu (31/8/2013) saat penutupan pameran,” pungkas Mas Pras.

Lomba yang didukung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Grand City Mall, PT Dok & Perkapalan Surabaya (Persero), Esther House of Beauty, Kanani Skin Aesthetic Dhermatology Clinic, The Sun Hotel Sidoarjo, Ussy Shoes, Kangen Water, serta REFO Rumah Edukasi Fotografi ini diikuti sekitar 500 peserta dari seluruh penjuru Tanah Air. Dari lebih 1.000 karya yang masuk akhirnya panitia menetapkan 1.048 karya yang berhak dinilai juri. ari

author