banner 468x60

Stephen : Saya Ingin Jadi Profesor Matematika

604 views
iklan

stephen sanjaya olimpiade matematikaPenakita | JAKARTA – “Ingin menjadi profesor matematika, dan mengabdi untuk Indonesia.”

Itulah tekad Stephen Sanjaya yang menoreh catatan prestasi luar biasa di pentas International Mathematical Olympiad (IMO) di Santa Marta Kolombia beberapa waktu lalu. Berkat kerja keras pelajar SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, Indonesia untuk pertama kalinya meraih medali emas.

Prestasi membanggakan diraih pula oleh rekan satu tim Stephen Sanjaya, yaitu Fransisca Susan (SMAK 1 BPK Penabur Jakarta) yang mendapat medali perak. Selain itu Tim Indonesia juga membawa pulang medali perunggu lewat Bivan Alzacky Harmanto (SMA Labschool Jakarta), Gede Bagus Bayu Pentium (SMA Semesta Semarang), Reza Wahyu Kumara (SMAN Sragen BBS), dan Kevin Christian Wibisono (SMAK IPEKA Puri Indah Jakarta).

Prestasi membanggakan ini menempatkan Indonesia di posisi 19 dari 97 negara peserta. Mengalahkan negara-negara di benua Eropa seperti Italia (20), Perancis (21), Belanda (25), dan Jerman (27). Hasil ini jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu yang berada di posisi 35 dari 100 negara.

Medali emas ini memang sudah ditunggu selama 25 tahun keikutsertaan Indonesia di ajang tahunan tersebut. “Bersyukur dan bangga bisa meraih emas. Karena saingan sangat berat, terutama tim China,” ucap Warga Kebon Jeruk, Jakarta ini sambil menambahkan China yang menjadi juara umum di panggung IMO 2013 tersebut.

Dengan nada merendah, Stephen mengungkap, hasil gemilang itu berkat kerja sama banyak pihak. “Saya bersama teman-teman, serta para pembimbing sudah mempersiapkan ini selama empat bulan,” katanya sembari menyebut nama tim pembina yang turut berperan dalam prestasi yang diraihnya, yaitu Budi Surodjo (Universitas Gajah Mada), serta Yudi Satria, dan Alhaji Akbar Bachtiar dari Univeritas Indonesia).

Motivasi untuk meraih emas pertama Indonesia memacu Stephen untuk giat belajar demi hasil yang terbaik. Bahkan seleksi untuk menjadi wakil Indonesia di IMO 2013 ini menurut Stephen sampai empat tahap.

Tantangan terberat saat menjalani IMO, menurut Stephen, adalah karena dirinya dan teman-temannya membawa nama Indonesia di kancah internasional. “Kami punya beban untuk menunjukkan bahwa indonesia mampu meraih emas di ajang dunia,” ujar Stephen yang malam itu dijemput ayah dan adik laki-laki satu-satunya.

Meski sudah diterima di National University of Singapore pada jurusan Mathematic Science, tetap tidak membuat Stephen kehilangan kecintaannya kepada Tanah Air. “Saya ingin menjadi guru besar di bidang Matematika, dan mengabdi untuk Indonesia,” ucap Stephen yang dalam IMO 2013 meraih emas dengan skor 35 pada hari pertama dan 42 di hari kedua. dde

author