banner 468x60

Suhu Semesta Telah Mendingin

523 views
iklan

AUSTRALIA – Dengan menggunakan teleskop radio CSIRO di Australia untuk mencatat temperatur Alam Semesta, para astronom mendapati fakta bahwa Alam Semesta ternyata telah mendingin sebagaimana diramalkan teori Dentuman Besar (Big Bang). Sebagaimana dilansir Antara, tim ilmuwan dari Swedia, Perancis, Jerman dan Australia berhasil mengukur suhu semesta yang turun sampai setengah dari usia semesta.

“Ini adalah pengukuran paling teliti yang pernah dibuat mengenai bagaimana semesta telah mendingin selama 13,77 miliar tahun usianya,” kata Dr Robert Braun, Kepala Ilmuwan pada CSIRO Astronomy and Space Science, seperti dikutip Science Daily.

Mengingat cahaya memerlukan waktu untuk melintas, ketika manusia melihat ke angkasa maka apa yang dilihatnya adalah Semesta di masa lalu. Karena itu, untuk melihat kembali separuh jalan dari sejarah Semesta, manusia perlu melihat separuh perjalanan semesta.

Lantas, bagaimana suhu semesta bisa diukur dalam jarak yang begitu jauh seperti itu? Caranya, para astronom mempelajari gas pada sebuah galaksi tak bernama yang jaraknya 7,2 miliar tahun cahaya. Satu-satunya faktor yang membuat gas ini tetap hangat adalah radiasi belakang kosmik, yaitu cahaya yang tersisa dari dentuman besar.

Kebetulan, ada galaksi lain yang lebih kuat dan berbentuk quasar yang dinamai PKS 1830-211, terhampar di belakang galaksi tidak bernama itu. Gelombang radio dari quasar itu menembus gas di latar depan galaksi tak bernama itu.

Ketika itu terjadi, molekul-molekul gas menyerap energi dari gelombang radio ini, lalu meninggalkan ‘jejak’ pada gelombang radio tersebut. Dari ‘jejak’ ini para astronom menghitung temperatur gas itu, yang ternyata suhunya mencapai 5,08 Kelvin (-267,92 derajat Celsius) alias luar biasa dingin namun tetap lebih hangat dibandingkan suhu Semesta sekarang yang mencapai 2,73 Kelvin (-270,27 derajat Celsius).

Menurut teori Dentuman Besar, suhu radiasi di belakang kosmik turun perlahan begitu semesta melar. “Itulah yang kami lihat dari pengukuran-pengukuran kami itu. Semesta pada beberapa miliar tahun lalu lebih hangat beberapa derajat dibandingkan sekarang, persis seperti diprediksi teori Dentuman Besar,” tutur Kepala Tim Peneliti Dr Sebastien Muller dari Observatorium Ruang Angkasa Onsala pada Universitas Teknologi Chalmers, Swedia.

author