banner 468x60

Suka Camilan dan Jarang Gerak, Ini Akibatnya!

146 views
iklan
Ilustrasi

Ilustrasi

Penakita | JAKARTA – Perilaku hidup sehat tampaknya makin jarang dilakukan anak-anak sekarang. Mereka yang umumnya di usia pertumbuhan ini cenderung lebih suka mengonsumsi camilan ketimbang sarapan sebelum berangkat sekolah.

Mereka juga sangat minim makan sayur-sayuran dan buah yang diketahui memiliki kandungan vitamin yang diperlukan tubuh. Ironinsnya pula, anak-anak ini sangat jarang minum air putih.

Mereka yang kebanyakan masih duduk di bangku SMP ini lebih suka minuman manis berlebih dan gemar makanan berlemak tinggi. ”Pelajar juga cenderung jarang bergerak, terutama berolahraga. Lebih suka duduk berjam-jam bermain game. Itu memengaruhi pola istirahat, yang sebagian besar tidur larut malam,” demikian tegas Eko Darmawan, pelatih kepala program Healthy Behaviours & Life Skills Through Sport Development Activities Youth & Adults Training of Trainer Program Phase 2–2013 beberapa waktu lalu.

Menurut Eko, masih banyak pelajar tak paham pola hidup sehat. Hasil tes yang dilakukan pada 100 pelajar menunjukkan, pelajar yang tahu pola hidup sehat tidak lebih dari 50 persen. Bahkan, pelajar yang tahu belum tentu menjalankannya.

Terpisah, Guru Besar Ilmu Gizi IPB Soekirman mengakui pola hidup sebagian besar siswa SD-SMA memang buruk. Mereka lebih suka makanan siap saji tinggi lemak dan karbohidrat dibandingkan sayuran dan buah.

Kondisi itu kian parah karena mereka tidak aktif, semisal jarang jalan kaki, olahraga, atau bermain di luar ruangan. Akibatnya, banyak anak mengalami obesitas atau kegemukan.

Ditambahkan, riset Kesehatan Dasar 2010 mengenai Status Gizi Balita menunjukkan, angka anak gizi lebih/gemuk mencapai 14,2 persen. ”Lima tahun terakhir pertambahan jumlah anak gemuk 2-5 persen. Jumlah anak pendek, gizi kurang, dan kurus cenderung menurun,” beber Soekirman yang juga Direktur Yayasan Kegizian untuk Pengembangan Fortifikasi Pangan Indonesia.

Masalah itu harus segera diselesaikan karena bisa berdampak fatal bagi kesehatan generasi muda. Kegemukan memicu penyakit tak menular, antara lain diabetes, darah tinggi, jantung, stroke, dan kanker. dde

author