banner 468x60

SWC 8 Bisa Mengangkat Pohon Seberat 2 Kg

383 views
iklan

Foto-stikom1Penakita | SURABAYA – Inilah robot inovatif penanam pohon, Miracle SWC 8 karya mahasiswa Stikom Surabaya. Robot yang memiliki fungsi sebagai penanam pohon ini menggunakan sistem teknologi canggih.

Secara teknis, tutur Aditya Wiguna, salah satu anggota tim SWC 8, robot ini menggunakan teknologi yang berbeda dengan generasi robot sebelumnya, yakni menggunakan motor yang sudah disesuaikan spesifikasi yang mendukung serta sistem kontrol yang lebih canggih keluaran terbaru. Kapasitas RAM yang mencapai 32 bit dipercaya mampu menyokong kinerja SWC 8 yang lebih baik.

“Robot SWC 8 ini terbagi atas dua macam, yakni manual dan otomatis,” tutur Aditya kepada PENAKITA.com, Selasa (30/4/2013).

Menurut Aditya, robot SWC 8 ini, baik manual dan otomatis, memiliki kemamapuan mengangkat beban pohon seberat 1-2 kg. Yang membedakan keduanya hanyalah pada sistem pengoperasian. SWC 8 manual dalam pengoperasiannya membutuhkan seorang pengontrol atau user. Sementara yang otomatis menggunakan sistem pemograman.

“Karena itu, yang otomatis total biayanya lebih mahal, yakni Rp 20 jutaan. Sedangkan yang manual hanya Rp 15 jutaan,” tandas Aditya.

Aditya menambahkan, membuat robot SWC 8 tidaklah mudah, buktinya proses pembuatannya memakan waktu lima bulan. Banyak kesulitan dan kendala yang dihadapi oleh tim.

“Untuk SWC 8 otomatis, yang susah adalah membuat robot ini agar bisa menyesuaikan dirinya dengan situasi dan kondisi lapangan. Misalnya, gimana membuat robot ini jalannya stabil,” tukas mahasiswa Sistem Komputer Stikom Surabaya ini.

Ketika disinggung mengenai aplikasi robot ini secara nyata, Aditya mengatakan, SWC 8 masih perlu banyak perbaikan dan penyesuaian. “Mungkin kalau diaplikasikan sekarang, SWC 8 belum bisa untuk menanam pohon, tetapi bisa untuk mengangkat atau memindahkan pot tanaman. SWC 8 ini juga butuh diganti tipe bannya, untuk menyesuaikan dengan kondisi tanah di perkebunan atau taman bunga. Ke depan, kami akan coba mengembangkannya lagi,” pungkasnya.ika

author