banner 468x60

Tahun Ini Kemendikbud Targetkan Latih 1,3 Juta Guru Dalami Kurikulum 2013

iklan
Mendikbud, Mohammad Nuh

Mendikbud, Mohammad Nuh

Penakita | JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bakal melibatkan sejumlah organisasi pendidikan melatih guru terkait implementasi Kurikulum 2013. Pada tahun kedua pelaksanaan kurikulum tersebut, Kemendikbud bakal melatih 1,3 juta guru di seluruh Indonesia.

“Organisasi pendidikan yang dilibatkan bukan sembarang organisasi. Tetapi  dipilih organisasi yang cenderung dekat dengan pelaksanaan teknis pendidikan,” tegas Prof Dr M Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud).

Misalnya, lanjut M Nuh, organisasi pendidikan yang memiliki atau menaungi langsung sekolah-sekolah. Dia lalu mencontohkan organisasi pendidikan yang bakal diajak bergabung adalah yang di bawah bendera Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

“Dua ormas Islam itu memiliki badan otonom yang khusus mengelola pendidikan dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi,” bebernya.

Selain itu, lanjut M Nuh, juga Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang juga memiliki unit pengelola sekolah. Kemudian organisasi pendidikan seperti Majelis Pendidikan Kristen, Majelis Pendidikan Konghucu, Hindu, dan Budha. “Implementasi kurikulum baru ini adalah kebutuhan bersama,” cetusnya.

Nuh menegaskan bahwa realitas di lapangan guru yang mengajar kurikulum baru tidak hanya yang berstatus sebagai PNS. Tetapi sebagian lagi juga ada guru swasta. Dia mengatakan Majelis Pendidikan Kristen bisa memberikan pelatihan kepada guru-guru yang berada di provinsi Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Secara teknis pelatihan kurikulum baru ini berjalan selama 52 jam dan dilaksanakan selama satu minggu.

Menurut mantan Rektor ITS ini, meskipun melibatkan banyak pihak Kemendikbud tetap berwenang memberikan standar pelatihan, penyiapan instruktur nasional, dan pembiayaan. Dia mengatakan Kemendikbud akan menyiapkan pola laporan pelaksanaan pelatihan guru untuk implementasi kurikulum baru yang dilaksanakan sejumlah organisasi pendidikan. dde

author