banner 468x60

Tak Ada Lagi ‘Ini Bapak Budi’ di Buku Anak SD

120 views
iklan

Penakita | JAKARTA – Buku ajar bagi murid kelas satu sekolah dasar (SD) nantinya sangat beda dari sebelumnya. Buku tersebut bakal penuh gambar-gambar lucu dan tidak banyak tulisan.

“Isinya banyak gambar berwarna. Bagus gambarnya warna-warni. Tugasnya juga ada di dalamnya jadi anak langsung kerjakan di sini,” kata M Nuh, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta, Rabu (13/2/2013).

Menurut M Nuh, buku untuk kelas satu SD lebih banyak memuat gambar dengan warna menarik dan tidak banyak tulisan agar anak tidak bosan saat belajar. Pasalnya, lanjut M Nuh, usia kelas satu SD memang belum saatnya membaca apalagi menulis.

Untuk buku kelas satu SD ini akan dikeluarkan sebanyak delapan macam sesuai dengan tema. Tiap tema ini akan diajarkan selama empat minggu. Sesuai dengan metode tematik integratif maka dalam satu buku tersebut sudah ada pelajaran matematika, bahasa Indonesia dan lain-lain.

“Hanya saja agama ada buku sendiri. Tidak di dalam buku tema ini. Ada enam buku agama disiapkan,” ujar mantan Rektor ITS ini.

Selain itu dalam buku untuk kurikulum baru ini, nama Budi atau Ani tidak lagi muncul sebagai tokoh contoh. Sesuai usulan banya pihak, nama tokoh contoh pada buku tersebut bermacam-macam untuk mewakili tiap daerah di wilayah Indonesia ini. Berikut nama tokoh contoh, Siti (Jawa), Beni (Sumatera, Batak), Lina (Manado), Udin (Sunda, Jawa), Dayu (Bali), dan Edo (Papua).

“Wajahnya beda-beda. Artinya, dari awal yang ingin kita bangun representasi dari Indonesia,” pungkasnya.

author