banner 468x60

Tak Bisa Bayar Rp 2,8 Juta, Ijazah Angga Ditahan Sekolah

408 views
iklan

beasiswa2Penakita | MALANG – Penahanan ijazah oleh pihak sekolah masih saja terjadi. Kali ini nasib malang itu menimpa Rangga Adjie Fardani.

Gara-gara menunggak bea pendidikan sebesar Rp 2,8 juta, ijazah anak lelaki yang biasa disapa Angga ini masih ditahan tempatnya sekolah, SMA Khairuddin, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.

Informasi yang diperoleh PENAKITA.com menyebutkan total tagihan yang harus dibayar Angga sejumlah Rp 4 juta untuk pembayaran SPP, biaya ujian nasional dan biaya lainnya. Dari jumlah itu, orangtua Angga baru membayar Rp 1,2 juta dengan cara mencicil.

Karena tak memegang ijazah, sulung dari tujuh bersaudara itu kini hanya bisa berdiam diri di rumah. Keinginan anak pasangan Suyono dan Fatkhiyati ini bekerja membantu orangtua tak bisa dilakukan lantaran tak punya ijazah sebagai bekal melamar pekerjaan.

“Kalau mencari pekerjaan kan harus memakai ijazah. Tapi ijazahnya masih ditahan di sekolah,” kata Suyono, ayah Angga kepada wartawan, Minggu (23/6/2013).

Menurut Suyono, Angga semula sekolah di SMA Islam Mualimin. Saat kelas XI, Angga yang tinggal di Desa Gondanglegi Kulon itu pindah ke SMA Khairuddin.

Sejak pindah ke SMA Khairuddin, Suyono yang sehari-hari berjualan roti keliling ini mengaku belum membayar SPP Angga sampai kelas XII. Ia tidak tahu berapa besaran SPP anaknya karena tidak pernah membayar.

Penghasilan Suyono berjualan roti tidak menentu. Sehari tak jarang bisa mendapat Rp 30.000. Tetapi, jika sedang turun hujan, maka dia bisa membawa pulang Rp 20.000. Karena itu untuk menghidupi keluarganya pun susah apalagi melunasi pembayaran sekolah anak-anaknya.

Suyono mengetahui ijazah anaknya ditahan usai pengumuman kelulusan pada Mei 2013 lalu. “Saat pengumuman kelulusan, kepala sekolah menyatakan bagi yang belum bisa melunasi, terpaksa ijazahnya ditahan. Saya minta fotokopian ijazah tidak diperbolehkan,” bebernya. sum

author