banner 468x60

Tak Hanya Ajarkan Memasak, The Sages Institute International Juga Buka Kelas Bahasa Korea, Ternyata Ini Tujuannya

iklan
Siswa The Sages Institute International
sedang praktik belajar memasak. (foto-foto: IST)

Penakita.com | SURABAYA – Dunia kuliner makin menarik generasi muda. Terbukti siswa The Sages Institute International setiap tahun terus mengalami kenaikan.

Pada tahun pertama berdirinya lembaga pendidikan kuliner ini muridnya hanya 20 orang. “Kemudian berkembang menjadi 40 orang, 60 orang. Terakhir kami menerima murid 80 orang. Tahun ini kemungkinan bisa mencapai 90 orang,” ujar Setiawan Budiman ST, Ketua Yayasan The Sages Institute International kepada iniSurabaya.com (grup media penakita.com).

Bertolak dari fenomena itulah, pihak yayasan terus berusaha mengembangkan The Sages Institute sehingga bisa menampung minat masyarakat untuk belajar kuliner, khususnya untuk kepentingan profesional.

Dalam upaya pengembangan pula, sejak berdiri pada tahun 2006 dan menerima murid pertama pada tahun 2007, The Sages Institute sudah tiga kali berpindah gedung dalam rangka pengembangan lembaga pendidikan tersebut.

“Kampus pertama kami ada di Graha Residence, lalu pindah ke Jl Mayjen sungkono pada tahun 2013. Dan sekarang ada di Jl Puncak Permai,” urainya.

Suasana peresmian kampus baru The Sages Institute International di Jl Puncak Permai Surabaya.

Diakui Budiman, besarnya minat masyarakat untuk belajar di The Sages Institute International lantaran lembaga pendidikan yang setara D3 ini juga terus berusaha meningkatkan kemampuan siswa dan memberi kesempatan meneruskan pendidikan S1 di luar negeri.

Selain ke India dan Swiss, belakangan The Sages Institute menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi di Korea. Karena itu sebelum melanjutkan pendidikan kuliner di Korea, siswa The Sages Institute diberi bekal pengetahuan berbahasa Korea.

“Kelas bahasa Korea ini untuk mendukung kemampuan berbahasa siswa. Ini penting karena mereka juga akan punya kesempatan belajar kuliner Korea,” tutur Budiman.

Menurut Budiman, mulai bulan Agustus 2019 seluruh siswa di lembaga pendidikan kuliner ini akan mendapatkan materi bahasa Korea. dit

author